Penggusuran Lapak PKL Gastu Diwarnai Insiden Penolakan

Penggusuran Lapak PKL Gastu Diwarnai Insiden Penolakan

Satpol PP melakukan pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Gatot Subroto sekitar TSM Kota Bandung. (foto - Twitter)

Bandung - Insiden penolakan mewarnai penggusuran lapak milik para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di Jalan Gatot Subroto Bandung, Senin (6/3/2017). Para pedagang meminta kepada anggota Satpol PP Kota Bandung, untuk tidak melakukan pembongkaran.
 
Koordiantor PKL, Suparno Purnomo sudah berulangkali menemui Kabid Trantib Satpoll PP, Taspen Effendi dan Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Idris Uswandi untuk mengurungkan penertiban. Ia menyesalkan penertiban yang di lakukan Satpol PP Kota Bandung, yang mengkhawatirkan nasib para PKL setelah pembongkaran tersebut.
 
Ia menduga, ada kerja sama pihak tertentu dalam upaya penertiban para PKL. "Yang salah jadi benar, tapi yang benar menuntut keadilan sulit. Jadi kalau mau menegakkan keadilan, tegakkan seadil-adilnya jangan tembang pilih. Sehingga rakyat menjadi makmur, pemerintah sejahtera. Bukan untuk kelompok dan pribadi," katanya.
 
Ia mengakui, pihaknya hanya mendapatkan satu kali imbauan untuk menertibkan bangunan. taua lapak tempat berjualannya. "Imbauan sudah, tetapi hanya satu kali," tegasnya.
 
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung membantah hanya memberikan satu kali imbauan kepada PKL, khususnya yang ada di Jalan Gatot Subroto Bandung. Kabid Tantrib Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Taspen Effendi menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat imbauan berulang kali kepada para PKL. "Kita sudah berikan imbauan, beberapa kali secara jelas. Tidak hanya satu kali imbauan," katanya.
 
Menurutnya, penertiban yang dilakukan hari ini adalah tindak tegas dari Satpol PP Kota Bandung dalam menegakkan peraturan.  Pembongkaran dilakukan karena kawasan Jalan Gatot Subroto masuk ke dalam zona merah. Sehingga pihaknya merasa perlu untuk menertibkan para PKL, yang berjualan di badan jalan maupun trotoar. ‎
 
‎Sebelum melakukan pembongkaran, pihak Satpol PP sudah melakukan upaya pendekatan, dengan memberikan toleransi kepada para PKL untuk melakukan pembongkaran sendiri. Namun demikian, hingga penertiban dilakukan, imbauan tersebut tidak digubris.
 
"Sudah satu bulan diberikan peringatan secara humanis. Kita tidak mau Satpol PP dinilai arogan. Kita sudah memberikan toleransi untuk melakukan pembongkaran sendiri, tapi sampai hari ini belum dibongkar. Akhirnya sekarang kita bongkar dengan alat-alat seadanya, dibantu aparat kewilayahan, kepolisian dan TNI" katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,