Al Zaytun Mangkir Panggilan KPAI Terkait Dua Santri Tewas

Al Zaytun Mangkir Panggilan KPAI Terkait Dua Santri Tewas

Evakuasi dua santri Mahad Al-Zaytun yang tewas tenggelam di kolam ikan. (foto - ist)

Jakarta - Dua santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun belum lama ini ditemukan tewas di kolam Al Kautsar, yang berada di lingkungan pesantren. Penyebab tewasnya santri itu diduga akibat tenggelam. Padahal, saat itu keduanya seharusnya mengikuti kegiatan Pramuka di sekolah.

Karena dianggap lalai, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) telah melaporkan Pondok Pesantren Al Zaytun ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hari ini, KPAI mengundang pihak Al Zaytun untuk meminta konfirmasi. Namun, pihak Ponpes mangkir dari panggilan KPAI.

"Sesuai undangan, dijadwalkan jam 14.00 WIB. Namun hingga pukul 15.35 WIB pihak Al Zaytun belum juga hadir," kata Wakil Ketua KPAI, Susanto dalam keterangan tertulis, Jumat (10/3/2017).

Menurut Susanto, jika pihak Pondok Pesantren Al Zaytun tak kunjung hadir, dalam waktu dekat KPAI akan kembali melayangkan surat undangan. Sebab, klarifikasi dari pimpinan pesantren sangat dibutuhkan, agar kasus itu bisa didalami secara berimbang dan utuh.

"Kami tidak hanya menggali informasi dari pelapor, tapi juga dari terlapor," katanya. Pihaknya akan menyelidiki kejadian yang sampai merenggut nyawa Alfian Sidiq dan Cahya Gumilang secara proporsional. "Prinsipnya KPAI akan mendalami kasus itu agar duduk masalahnya diketahui," tegas Susanto. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,