Takut Longsor Susulan, Ratusan Warga Ponorogo Masih Ngungsi

Takut Longsor Susulan, Ratusan Warga Ponorogo Masih Ngungsi

Ratusan warga Ponorogo masih berada di pengungsian terkait ancaman longsor susulan. (foto - ist)

Ponorogo - Bencana longsor yang terjadi di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, menyisakan duka mendalam. Mereka kehilangan anggota keluarga. Tempat tinggal mereka pun luluh lantak diterjang longsor.

Berdasarkan informasi, banyak warga masih syok. Sedikitnya 200 warga dari tiga RT di Desa Banaran, masih berada di lokasi pengungsian yang berjarak sekitar dua kilometer dari titik longsor. Tim relawan sudah membuka posko dan dapur darurat di sekitar lokasi pengungsian.

Menurut Kepala Dusun Tangkil Desa Banaran, Misman di atas bukit yang longsor sebenarnya sudah mengalami keretakan 30 sentimeter, sejak tiga pekan lalu. "Retakan itu terus berangsur bertambah menjadi sembilan meter satu minggu kemudian, dan 15 meter tiga minggu kemudian. Hingga Jumat kemarin, retakan menjadi 20 meter," katanya.

Akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat sore, kondisi tanah menjadi tak stabil hingga menyebabkan longsor pada Sabtu kemarin sekitar pukul 07.40.

Sementara itu, proses pencarian para korban hingga kini terus dilakukan oleh tim SAR, BPBD dan sejumlah unsur lainnya seperti TNI dan relawan, melibatkan enam alat berat. Tercatat, masih ada puluhan  warga yang tertimbun dan belum ditemukan. 

Sementara itu, 17 korban mengalami luka ringan, kebanyakan sudah dipulangkan dan kini berada di lokasi pengungsian. Dari ke-17 korban luka, tiga di antaranya dibawa ke rumah sakit umum daerah terdekat, karena sangat syok melihat anggota keluarganya tertimbun longsor. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,