Bangunan Jatim Park 3 di Batu Roboh, Tujuh Pekerja Terluka

Bangunan Jatim Park 3 di Batu Roboh, Tujuh Pekerja Terluka

Bangunan di kawasan proyek pembangunan Jatim Park 3 di Kota Batu Malang ambrol. (foto - klikapa)

Malang - Bangunan di kawasan proyek pembangunan Jatim Park 3 yang berada Jalan Raya Ir. Sukarno Kota Batu Malang ambrol. Akibatnya, tujuh pekerja tertimpa plensengan yang ambrol berikut rangka bangunan mengalami luka-luka, empat orang di antaranya kritis.

Berdasarkan penuturan saksi mata Mulyadi, peristiwa itu berawal saat para pekerja melakukan pemasangan plensengan batako setinggi 15 Meter. Namun, di tempat itu juga ada puluhan orang yang sedang bekerja di atasnya, untuk memadatkan tanah yang diperuntukkan bagi wahana taman boneka.

"Sepertinya plensengan itu tak kuat menahan getaran dari ekskavator pemadatan tanah. Sampai akhirnya plensengan ambrol dan menyeret rangka bangunan dari besi," katanya, Rabu (5/4/2017). "Empat pekerja kritis mengalami patah tulang karena tertimpa longsoran," katanya.

Pengawas proyek, Simon Purwo Ali mengatakan, tiga pekerja di antaranya sudah dibawa pulang. Sedangkan empat korban lainnya kritis masih dalam perawatan tim medis rumah sakit setempat.  Nama korban antara lain, Samsu dan Jumar asal Rembang Jawa Tengah, Wartono, Witono, Taufik, Krisnandi dan Roy Saputro asal Ngantang Malang.

Sementara itu, pihak Jatim Park melalui Project Manager, Suryo Widodo menjelaskan soal insiden bangunan roboh di dalam lingkungan Jatim Park 3. Menurutnya, faktor alam menjadi penyebab utama bangunan roboh, karena dua hari ini hujan terus hingga tidak mampu menahan air dengan kondisi tanah. 

Ia menyatakan, jika 10 pekerja yang sedang berada di lokasi merupakan pekerja sub kontraktor dari PT Karya. Pihaknya mengaku bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para pekerja. Bangunan itu sedang dalam proses pengurukan, dan belum sempat dipadatkan. 

Pengelola Jatim Park membantah jika fondasi tidak cukup kuat menahan bangunan di atasnya. Faktor curah hujan diduga menjadi penyebab utama, karena air tidak dapat mengalir sehingga membuat struktur tanah menjadi basah. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,