2 Ledakan Bom Guncang Gereja di Mesir Tewaskan 21 Orang

2 Ledakan Bom Guncang Gereja di Mesir Tewaskan 21 Orang

Para jemaat berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri sesaat setelah bom meledak di gereja di Delta Nil Kota Tanta Mesir, Munggu 9 April 2017. (foto - One News Page)

Tanta - Dua ledakan bom mengguncang gereja di Mesir ketika para jemaat tengah melaksanakan ibadah. Akibat ledakan tersebut sedikitnya 21 orang dikabarkan tewas dan sekitar 50 lainnya terluka.

Dilaporkan Independent, Minggu (9/4/2017) sejauh ini, belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Ledakan terjadi hanya sepekan jelang Paskah. April ini, Paus Fransiskus dijadwalkan akan berkunjung ke Mesir.

Direktur Urusan Ambulans Mesir Magdi Awad menyatakan, ledakan terjadi di Delta Nil di Kota Tanta, yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Kairo. Ledakan itu merupakan aksi terakhir dari serangkaian serangan, yang terus terjadi pada kelompok minoritas Kristen di Mesir. 

Populasi Kristen di Mesir berkisar 10 persen dari total penduduk Mesir. Kelompok ekstremis Islam diduga kuat berada di balik serangan itu. Sejumlah rekaman video dan gambar diambil dari dalam gereja, memperlihatkan banyak orang di sekitar korban yang diduga telah tewas dan ditutupi kertas.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kondisi tersebut mirip sebuah adegan pembantaian. "Ada ledakan besar di aula gereja. Lalu api dan asap memenuhi ruangan, dan saya melihat tubuh yang terluka dengan sangat parah," kata Vivian Fareeg.

Sementara itu, Dubes RI Helmy Fauzi di Mesir mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban. "Saya menerima kabar langsung soal aksi terorisme. Tidak ada WNI yang jadi korban. Ada dua ledakan, yang pertama sekitar pukul 15.20 WIB, dan kedua tak lama setelah ledakan pertama. Kecil kemungkinan ada WNI yang jadi korban," katanya.

Helmy menyatakan, lokasi ledakan pertama dan kedua berdekatan. Ia juga membenarkan meningkatnya aksi kekerasan dan terorisme. "Ada 50 WNI di kota itu, umumnya pelajar yang sedang kuliah. Kami juga sudah mengeluarkan imbauan pada WNI yang berada di Mesir, agar senantiasa waspada dan menghindari tempat keramaian yang menjadi sasaran aksi terorisme," tegas Helmy.

Ia mengatakan, WNI sudah diberitahu lokasi mana saja yang menjadi titik rawan. Siaga darurat petugas keamanan pun selalu bersiap, termasuk di jalanan dan area publik. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,