Sosok di Balik Serangan Rudal Trump ke Pangkalan Suriah

Sosok di Balik Serangan Rudal Trump ke Pangkalan Suriah

Ivanka Trump.

Washington DC - Tak pelak lagi, Ivanka Trump sepertinya memiliki pengaruh besar terhadap peran ayahnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. pasalnya, ia merupakan orang di balik serangan rudal ke pangkalan udara Suriah, yang diperintahkan Donald Trump.
 
Demikian disampaikan Eric Trump, yang merupakan putra kedua Trump. Menurut Eric, dirinya yakin Ivanka yang mendorong ayahnya melakukan serangan tersebut. Sebab, Ivanka merasa prihatin atas serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil di Suriah.
 
"Ivanka tak hanya seorang ibu dari tiga anak, tetapi ia juga memiliki pengaruh terhadap keputusan ayah. Saya yakin ia sempat berkata, "dengar ini adalah hal yang mengerikan" seraya memasang tampang sedih dan marah saat bicara," kata Eric.
 
Dilansir laman Time of Israel, Eric mengatakan, Ivanka memang tidak sepenuhnya ikut campur pada urusan kenegaraan. Namun, ia cukup vokal terhadap hal-hal yang dianggapnya sangat penting. 
 
"Ivanka selalu ada di pihaknya. Ia tidak terlibat dalam segala hal. Saya pikir dia hanya mau terlibat pada hal-hal yang dia pedulikan. Jadi saat Anda memiliki kekuasaan dan melihat ada kepentingan bisnis di dalamnya, banyak orang yang akan bilang ya karena kebetulan Andalah bosnya," katanya.
 
Eric yang mengaku tidak terlibat sama sekali dengan keputusan pemerintah membenarkan, ayahnya memang tak ada niatan untuk mengambil tindakan ke Suriah sebelum serangan senjata kimia. "Ayah saya terkadang bersikap seperti itu. Sebetulnya ia sangat antimelakukan hal apapun kepada Suriah dua tahun lalu. Namun kini, seorang pemimpin menewaskan rakyatnya termasuk perempuan dan anak-anak membuatnya memutuskan ambil tindakan," tegas Eric.
 
"Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat harus bertindak. Saya rasa ayah saya banyak mendapat dukungan dari beberapa negara sekutu, dan itu merupakan hal baik," tambahnya. Setelah senjata kimia serangan pekan lalu di Kota Khan Sheikhoun, di mana setidaknya setidaknya 86 orang tewas termasuk 27 anak-anak, angkatan laut AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Suriah di Shayrat sebagai balasan.
 
Seperti diketahui, Ivanka resmi menduduki pangkat sebagai penasihat pribadi Trump sejak bulan lalu. Ia dan suaminya, Jared Kushner disebut-sebut memiliki pengaruh besar atas pengambilan keputusan yang dilakukan Trump.
 
Meski pengangkatan Ivanka dan Jared mengundang reaksi negatif dari berbagai pihak karena dituding membenarkan nepotisme, Eric justru menganggap itu hal baik. Sebab, alasan Trump menunjuk anggota keluarga untuk menjadi penasihatnya sangat logis. "Kau pasti percaya orang-orang yang dekat Anda. Siapa yang Anda berikan kepercayaan untuk menjalankan sebuah perusahaan? Tentu orang-orang yang dekat dengan Anda," katanya.

"Apakah ini nepotisme? Ya. Apakah ini juga hal yang baik? Benar. Percaya kepada keluarga adalah hal yang baik. Hal yang sama juga berlaku untuk Ivanka. Ia adalah sisinya di Washington". (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,