Warga Panik Berhamburan Saat Gempa 6,9 SR Goyang Chile

Warga Panik Berhamburan Saat Gempa 6,9 SR Goyang Chile

Warga dievakuasi dari sejumlah gedung bertingkat di Vina del Mar, Chile ketika diguncang gempa berkekuatan 6,9 SR. (foto - Getty Images)

Santiago - Wilayah pesisir tengah Chile diguncang gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter (SR), Senin 25 April 2017 waktu setempat, atau, Selasa (25/4/2017) WIB. Gempa tersebut mengguncang ibukota Santiago, dan memicu tsunami di sepanjang Pantai Pasifik.

Warga tampak panik saat gempa terjadi, namun tidak ada korban jiwa. Meski begitu, negara yang rawan gempa itu terhindar dari kerusakan serius. Gempa kali ini berpusat sekitar 137 km dari Santiago, dan 35 km sebelah barat kota pesisir Valparaiso Chile.

Badan Survei Geologi AS (USGS) dua kali merevisi besarnya guncangan gempa, sebelum menetapkan pada 6,9 pada skala Richter. Gempa sekuat itu biasanya menyebabkan kerusakan parah. Pusat gempa yang berada di kedalaman dangkal sejauh 15,5 mil (25 km) di bawah laut, memungkinkan getarannya bisa dirasakan hingga ratusan kilometer.

Bahkan, gedung perkantoran Santiago dilaporkan bergoyang selama sekitar 30 detik pada akhir hari kerja. Warga  yang berada di dekat pusat gempa pun bergegas menuju tempat yang lebih tinggi. Mereka khawatir terjadi tsunami setelah gempa yang menghancurkan seperti tahun 2010.

"Gempanya singkat, tapi sangat kuat," kata Paloma Salamo, perawat berusia 26 tahun yang berada di sebuah klinik di Vina del Mar, sebelah utara Valparaiso, seperti dilansir Channel News Asia.

Orang-orang berhamburan dari beragam fasilitas mengevakuasi anak-anak, beberapa lainnya terlihat menuju bukit saat alarm tsunami berbunyi. Namun kepanikan mereka menghilang dengan cepat. "Sejauh ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang berarti," kata Presiden Chile, Michelle Bachelet. 

Ia juga memuji orang-orang karena segera mengevakuasi diri secara teratur. Petugas kemudian membatalkan peringatan tsunami yang telah dikeluarkan di Valparaiso. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik melaporkan terjadi gelombang tsunami kecil setinggi 15 cm. "Tak ada laporan kerusakan struktural di Valparaiso, tapi jaringan telepon seluler di beberapa tempat terputus," kata seorang juru bicara pemerintah setempat.

Dilaporkan, gempa itu juga terasa hingga Argentina, di sisi lain Pegunungan Andes. Menteri Dalam Negeri Chile Mario Fernandez mengatakan, terjadi beberapa tanah longsor, tapi pada umumnya situasinya cukup normal mengingat intensitas gempa.

Peraturan ketat terhadap konstruksi di Chile menjadi penyebab kurangnya kerusakan bangunan pasca-gempa. Menurut perusahaan tambang negara Codelco, penambangan tembaga di negara itu tak terpengaruh gempa. "Namun, gangguan pasokan listrik menyebabkan kilang minyak Aconcagua menghentikan operasi untuk alasan keamanan," sebut perusahaan minyak negara ENAP.

Sejumlah gempa susulan termasuk yang berkekuatan 5 dan 5,4 SR tercatat di tempat yang sama dan dirasakan di Santiago, sebagai rangkaian tremor di daerah itu dalam beberapa hari terakhir. Chile terletak di jalur Cincin Api Pasifik.

Negara itu memiliki sejarah panjang tentang gempa mematikan, termasuk yang berkekuatan 8,8 SR pada 2010, memicu tsunami yang menghancurkan kota-kota pesisir. Akibarnya, lebih dari 500 orang meninggal. Menurut USGS, gempa itu sebagai yang terbesar keenam yang pernah tercatat. Lindu terbesar dalam sejarah, berkekuatan 9,5 SR pernah terjadi pada 1960. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,