PBB Serukan Bantuan, Krisis Kelaparan di Yaman Memburuk

PBB Serukan Bantuan, Krisis Kelaparan di Yaman Memburuk

Krisis Kelaparan di Yaman Memburuk, PBB Serukan Bantuan. (foto - ilustrasi)

Sanaa - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, sekitar 17 juta warga Yaman dilanda kelaparan serius jika dunia tidak segera mengirimkan bantuan kemanusiaan. Sekretaris Jenderal PBB ke-9 Antonio Guterres menyerukan, agar masyarakat internasional segera mengambil langkah nyata untuk membantu Yaman.
 
Yaman yang dalam dua tahun terakhir ini dilanda perang saudara antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah, kini kondisi negara itu memburuk. Akibat perang saudara berkepanjangan, kelaparan di Yaman semakin parah. 
 
Sebelum perang, Yaman adalah salah satu negara termiskin dan terkorup di dunia. Kini kemiskinan di negara yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi itu semakin parah. Sama seperti di kawasan konflik lainnya saat perang terjadi, masyarakatlah yang menderita.
 
Dilaporkan Reuters, krisis kemanusiaan di Yaman yang terus mengeskalasi telah membuat PBB menyerukan warga dunia, untuk segera membantu memulihkan situasi di sana. Dalam pertemuan para donor di kantor PBB di Jenewa, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, Yaman saat ini butuh dana kemanusiaan yang sangat besar.
 
Oleh karena itu, Sekjen Antonio menyerukan negara-negara donor untuk segera melakukan aksi nyata, dengan memberikan donasi untuk mengatasi krisis pangan di Yaman. Untuk keperluan menangani krisis pangan di Yaman, PBB membutuhkan 2,1 miliar dolar AS.
 
Dana sebesar itu dibutuhkan untuk mencegah jatuhnya korban akibat kelaparan. Berdasarkan data PBB, setiap 10 menit di Yaman seorang anak di bawah usia lima tahun meninggal akibat kelaparan, dan sejumlah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
 
Menurut Guterres, parahnya kondisi di Yaman dalam dua tahun terakhir ini bisa dilihat dari begitu besarnya penerima bantuan darurat. Dari 19 juta populasi Yaman, lebih dari 66 persen merupakan penerima bantuan darurat.
 
"Kami menyerukan pembicaraan damai yang kerap buntu segera diperbaharui. Begitu juga dengan distribusi bantuan kemanusian, kelompok berseteru segera membuka akses agar bantuan bisa segera disalurkan dengan cepat lewat udara, laut dan darat," katanya.
 
Untuk diketahui, konflik Yaman yang terus berlarut-larut telah menyebabkan membuat sejumlah kalangan menganggap negara termiskin itu menjadi Suriah kedua. Selain 10.000 orang tewas, lebih dari sejuta warga sipil lainnya kehilangan tempat tinggal.
 
Situasi di Yaman semakin runyam karena di negara itu juga beroperasi kelompok teroris Alqaidah cabang Semenanjung Arab (AQAP). Kelompok ini dilaporkan berencana untuk beraliansi dengan kelompok teroris Al-Shabaab di Somalia yang merupakan negara tetangga Yaman. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,