Wapres Jusuf Kalla Disambut Unjuk Rasa di Oxford London

Wapres Jusuf Kalla Disambut Unjuk Rasa di Oxford London

Kedatangan Wapres Jusuf Kalla di Oxford Centre for Islamic Studies (Oxcis) London Inggris disambut demonstrasi mahasiswa. (foto - Seword)

London - Aksi unjuk rasa mahasiswa menyambut kedatangan Wapres Jusuf Kalla di Oxford Centre for Islamic Studies (Oxcis) London Inggris. Sejumlah pengunjuk rasa menyoroti tentang perkembangan terkini di Indonesia, terkait kasus hukum Gubernur Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
 
Tiga orang demonstran melakukan unjuk rasa di depan kompleks Oxcis Oxford University. Berdasarkan informasi, aksi mereka dipimpin oleh WNI di London bernama Mariella Djorghi, yang didukung oleh Wilson Chowdhry, pemimpin British Pakistani Christian Association.
 
Mereka melakukan protes atas kedatangan JK memberikan kuliah tersebut, mengingat JK dinilai bukan orang yang tepat dan pantas untuk menyampaikannya. Apalagi jika merujuk pada keterlibatan JK di Pilkada DKI Jakarta, yang mendukung Anies dan membiarkan politisi masjid.
 
Jk sendiri mengaku diminta untuk bebicara di Universitas Oxford oleh banyak ahli dan diplomat, yang ingin mengetahuiIslam khususnya di Indonesia. "Saya diundang ke Oxford karena mereka ingin mengetahui Isalam di Indonesia," sebut JK.
 
Parahnya, kehadiran JK juga ikut mengungkit pembakaran gereja 1968 di Makassar. JK yang saat itu pemimpin HMI menggerakkan massa untuk ikut dalam aksi pembakaran gereja. Benar tidaknya, sejauh ini JK tidak mengakuinya. Tuduhan itu tercatat dalam sebuah karya akademis.
 
Sebelumnya, Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah mengenukakan, Jusuf Kalla sejak awal juga tidak terpengaruh dengan gosip demo yang sempat marak di sosmed tersebut. "Para pendemo sepertinya mendapat informasi atau memberi informasi yang keliru tentang Indonesia, tidak sesuai fakta yang terjadi di tanah air," kata Husain.
 
Para tamu yang mengahadiri acara pun, katanya tampak tidak peduli dengan aksi demo tersebut. Prosesi kuliah umum di Oxford pun berjalan mulus sesuai rencana. "Nyaris seperti tidak ada demo," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,