Massa Bakar Gedung Tuntut Presiden Brasil Temer Mundur

Massa Bakar Gedung Tuntut Presiden Brasil Temer Mundur

Massa demonstran menuntut Presiden Brasil Michel Temer segera mundur bentrok dengan polisi saat membakar gedung Kementerian Pertanian (foto - Associated Press)

Brasilia - Massa demonstran mengamuk dengan membakar gedung Kementerian Pertanian dan merusak sejumlah gedung kementerian lain, dalam unjuk rasa di Brasilia, Brasil.

Pihak berwenang Negeri Samba tersebut memperkirakan, sekitar 35 ribu pengunjuk rasa bergerak ke ibukota menuntut pengunduran diri Presiden Michel Temer. Sebelumnya demonstrasi berlangsung damai seketika berubah rusuh pada siang hari, setelah terjadi bentrokan dengan polisi.

Dilansir BBC, Kamis (25/5/2017) pihak keamanan menembakkan peluru karet dan gas air mata ke arah demonstran, sedangkan rekaman video menunjukkan massa menghancurkan jendela atau membakar penghalang buatan.

Massa menuntut pengunduran diri Temer untuk segera diadakan pemilihan umum, sekaligus penarikan rencana reformasi ekonomi. Berdasarkan laporan, beberapa kementerian dievakuasi akibat unjuk rasa yang terjadi, tetapi kementerian pertanian telah dirusak oleh massa.

"Ada penyerbuan di pintu masuk privat kementerian. Mereka menyalakan api di dalam ruangan, merusak foto di dalam galeri mantan menteri dan bentrok dengan anggota kepolisian,” kata juru bicara kementerian.

Dalam kesaksian pimpinan perusahaan pengepakan daging yang dipublikasikan Mahkamah Agung Brasil pekan lalu, Temer dituduh telah menerima suap senilai jutaan dolar sejak 2010. Tuduhan itu semakin menambah tekanan yang menuntutnya untuk mundur, dari jabatan yang dipegangnya sejak tahun lalu.

Temer bersumpah untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, sekaligus menolak untuk mundur dari jabatannya. Pada Sabtu 20 Mei lalu, ia sempat mengajukan petisi untuk menghentikan penyelidikan, tetapi menarik keputusan itu pada Selasa 23 Mei.

Presiden berusia 76 tahun itu naik menggantikan Dilma Roussef, yang dimakzulkan pada 2016 lalu. Namun demikian, masa jabatannya banyak diwarnai tuduhan korupsi terhadap dirinya, termasuk di jajaran kabinetnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,