Saffie Roose Roussos, Korban Paling Muda Bom Manchester

Saffie Roose Roussos, Korban Paling Muda Bom Manchester

Saffie Rose Roussos, korban tewas termuda atas tragedi serangan teror bom di penghujung konser Ariana Grande di Manchester Arena Inggris. (foto - DarrenDuffy8)

Manchester - Saffie Rose Roussos, bocah berusia 8 tahun menjadi korban tewas paling muda dalam serangan bom bunuh diri di penghujung konser penyanyi pop Ariana Grande di Manchester Arena Inggris, Senin malam waktu setempat.
 
Saffie Rose, yang dikenal sebagai gadis cantik dan baik di sekolahnya, adalah satu dari 22 anak-anak, remaja dan orang dewasa yang meninggal dunia akibat teror bom yang juga sedikitnya 59 orang terluka.
 
Saat kejadian, siswa Sekolah Dasar Tarleton Community dekat Preston, Lancashire Inggris itu tengah bersama sang ibu Lisa Roussos  dan kakaknya Ashlee Bromwich, untuk menyaksikan konser Ariana Grande yang memiliki basis penggemar bocah perempuan sampai remaja putri itu.
 
Diketahui, ibunda dan kakak Saffie kini masih dirawat di rumah sakit. Kepala Sekolah SD Tarleton Community Chris Upton menyebutkan, Saffie adalah 'gadis nan cantik luar dalam'. "Ia disayangi oleh semua orang. Kehangatan dan kebaikannya akan terus dikenang. Ia pun anak pendiam dan sederhana," kata Upton.
 
Seperti dilaporkan The Guardian, Rabu 24/5/2017) kabar kematiannya sangat mengejutkan yang menyebut mereka yang tidak bisa pulang ke rumahnya untuk selamanya dari konser itu adalah kabar yang sangat memilukan.
 
Disebutkan, saat ledakan bom itu mengguncang Saffie Rose Roussos terpisah dari ibunya Lisa Roussos dan kakak perempuannya Ashlee Bromwich. Seorang tetangga telah mengungkapkan, Lisa tidak tahu putrinya meninggal karena ia saat ini dalam keadaan koma di rumah sakit.
 
Salman Patel, tetangganya itu mengatakan kepada Mail Online, Saffie  telah meninggal dunia dan ibunya tidak sadar. Saya berdoa untuk keluarga atas tragedi yang sangat memilukan itu.
 
Pekerja kantor pos itu juga mengungkapkan, ayah anak perempuan yang tragis itu tidak mengetahui kejadian horor saat ia tiba di Manchester Arena untuk menjemput keluarganya. Ia berkata, dirinya menjemput namun menemukan istrinya dalam kondisi kritis dan anak perempuannya yang lebih tua terluka dan menghilang.
 
Atas tragedi tersebut, ayahnya sempat berpikiran jika Saffie telah tersesat. Namun, ternyata ia harus menerima kenyataan jika Saffie benar-benar tersesat untuk selamanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,