2 Auditor dan Staf BPK Terkena OTT, KPK Geledah 4 Lokasi

2 Auditor dan Staf BPK Terkena OTT, KPK Geledah 4 Lokasi

Dua auditor dan staf BPK terkena OTT, KPK lakukan penggeledahan di empat lokasi. (foto - ist)

Jakarta - Dua auditor dan seorang staf Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia orang auditor tersebut berinisial R dan AS, sedangkan lainnya seorang staf berinisial Y.

Namun, KPK tidak membawa dokumen yang diduga terkait dengan OTT itu. Dari penangkapan diketahui, tiga pegawai itu memiliki ruangan yang berdekatan. "Dokumen yang dibawa juga tidak ada, hanya orangnya. Tiga orang itu berada berdekatan ruangannya,"  sebut Sekjen BPK Hendar Ristriawan di gedung BPK Jalan Gatot Subroto Jakarta, Jumat (26/5/2017) malam.

Mengenai ruangan yang menyegel, ia membenarkan KPK melakukannya. Namun, ruangan yang disegel ditempati dua auditor. "Ruangan yang disegel memang ada, ada dua ruangan dan disegel karena dua orang itu ada di sana," katanya.

Operasi tangkap tangan tersebut diduga, terkait kasus suap pemberian predikat wajar tanpa pengecualian pengelolaan keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengaku, salah satu ruangan pegawainya, saat ini sudah digeledah dan disegel oleh petugas KPK. "Saya mendapatkan informasi salah satu ruang pegawai saya disegel KPK," katanya.

Eko menyatakan, dirinya telah mengirim Biro Hukum Kemendes ke kantor KPK untuk menghimpun informasi lebih jelasnya. "Saya kirim biro hukum saya ke KPK untuk mendapatkan informasi," kata Mendes Eko.

Berdasarkan informasi, secara keseluruhan ada ada 7 orang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dua orang di antaranya auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Ada 7 orang yang dibawa ke kantor KPK dan sekarang dilakukan pemeriksaan dari OTT tersebut. Kita masih mendalami banyak hal," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Menurutnya, dari ketujuh orang yang ditangkap, dua adalah penyelenggara negara, sedangkan sisanya adalah PNS dan non-PNS. Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap ketujuh orang tersebut. "7 orang tersebut berasal dari 2 unsur institusi negara," tega Febri.

Setelah penangkapan, KPK melakukan penggeledahan dan menyegel sejumlah ruangan. Beberapa barang bukti diamankan. Dua auditor itu ditangkap karena kedapatan menerima suap terkait pemberian status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kementerian Desa.

"Tim sedang melakukan pemeriksaan kini sampai besok. Kita akan bahas sekali dan ekspose hasilnya dan ditetapkan status hukum lebih lanjut," kata Febri ditanya soal penangkapan terkait dugaan suap pemberian WTP untuk Kementerian Desa. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,