Poso Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama Tujuh Hari

Poso Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama Tujuh Hari

Warga Poso berhmburan keluar rumah ketika diguncang gempa 6,6, SR. (foto - BNPB)

Poso - Bupati Poso telah menetapkan masa tanggap darurat akibat gempa Poso selama 7 hari, yakni sejak 30 Mei 2017 hingga 5 Juni 2017. Hal itu dilakukan dampak gempa 6,6 SR mengguncang Poso,dengan  Kepala BPBD Poso sebagai komandan tanggap darurat.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sampai saat ini pendataan masih terus dilakukan. Korban gempa tercatat sebanyak 4 orang luka berat dan 21 orang luka ringan, tidak ada korban jiwa meninggal dunia.

"Sebanyak 348 bangunan rusak meliputi antara lain 168 rumah rusak berat, 143 rumah rusak ringan, 1 gereja rusak berat, 5 gereja rusak ringan, 11 sekolah rusak berat, 2 sekolah rusak ringan, 2 masjid rusak ringan dan 6 perkantoran mengalami kerusakan," kata Sutopo, Kamis (1/6/2017).

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sebanyak 328 KK mengungsi karena rumahnya rusak dan takut gempa susulan. Sudah terjadi 200 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang menurun. Masyarakat mengungsi di sekitar rumaha dengan mendirikan tenda, terpal dan memanfaatkan sisa bangunan.

Sutopo menyatakan, daerah yang banyak mengalami kerusakan meliputi 7 kecamatan di Kabupaten Poso. Antara lain Kecamatan Lore Utara, Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Lore Peore, Poso Kota, Poso Kota Utara, dan Lage. Daerah yang paling parah di Kecamatan Lore Utara meliputi Desa Sidoa, Alitupu, Wuasa, Watumaeta, Kaduwa’a dan Dodolo.

Sebanyak 292 KK pengungsi di Desa Sidoa dan 36 KK di Desa Alitupu. Di Desa Alitupu, kata Sutopo terdapat 31 rumah rusak berat, 48 rumah rusak ringah, 2 gereja rusak berat, 3 gereja rusak ringan dan 2 masjid rusak ringan. Sedangkan di Desa Watumaeta terdapat 32 rumah rusak berat, 58 rumah rusak ringan, 2 sekolah rusak berat, 3 gereja rusak berat dan 1 masjid rusak berat.

"Dengan adanya bangunan sekolah yang rusak berat, maka aktivitas belajar di sekolah diliburkan di Desa Alitupu dan di Desa Watumeta. Pasalnya ruangan sekolah tidak dapat digunakan," tegas Sutopo.

Disebutkan, daerah Poso merupakan daerah rawan gempa. Sumber gempa 6,6 SR berasal dari aktivitas Sesar Palolo Graben. Sesar Palolo merupakan satu diantara lima sesar aktif yang sering menimbulkan gempa di Sulawesi Tengah.

Sesar Palolo memanjang 70 kilometer dan membentuk lembah Palolo dan lembah Sopu. Sesar ini aktif dan beberapa kali terjadi gempa yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, seperti tahun 1995, 2005 dan 2012.

Pada kejadian gempa tahun 2012 dengan kekuatan gepa 6,2 SR mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 94 orang luka-luka dan 1.626 rumah rusak. "Untuk itu, bangunan dan perumahan harus memenuhi kaidah konstruksi tahan gempa. Warga juga terus ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa agar korban dan kerugian dapat ditekan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,