14 Warga Filipina Terdampar di Pulau Bunyu Kalimantan Utara

14 Warga Filipina Terdampar di Pulau Bunyu Kalimantan Utara

Pulau Bunyu, Bulungan Kalimantan Utara. (foto - google)

Bulungan - Sedikitnya 14 warga Filipina terdampar di Pulau Bunyu, Bulungan Kalimantan Utara, yang tengah menjalani pemeriksaan petugas gabungan Polres Paser dan TNI AL. Tujuannya, untuk memastikan mereka bukan eksodus dari Marawi.

Berdasarkan keterangan warga Filipina di Pulau Bunyu, jalur keluar masuk Kota Marawi yang tengah berkonflik diblokir militer Filipina. "Kita lakukan pemeriksaan dan pengambilan sidik jari. Ada tim reskrim dan intelkam di lokasi Pulau Bunyu," kata Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry Jumat (2/6/2017) malam.

Menurutnya, belasan warga Filipina itu menggunakan perahu motor yang kapasitasnya terbatas. "Perahu yang digunakan berjenis perahu motor. Itu yang biasa digunakan sebagai transportasi antar pulau. Biasanya 4 jam sampai ke tempat tujuan," katanya. "Masih diproses pemeriksaan untuk benar-benar memastikan bukan dari eksodus Kota Marawi yang sedang berkonflik," tegasnya. 

Dari keterangan salah seorang dari 14 warga Filipina itu, jarak dari desa mereka ke Marawi cukup jauh. Terlebih lagi, pemerintah dan aparat setempat sudah memblokir jalur keluar masuk darat maupun udara, dari dan ke Marawi.

"Pemblokiran di Marawi untuk jalur keluar masuk. Tidak ada barang mencurigakan, tetapi jeriken minyak yang kita temukan di atas kapal," terang Fachry. "Kalau pemeriksaan sudah selesai, nanti kita serahkan ke imigrasi untuk diproses lebih lanjut," katanya.

Disebutkan, terdamparnya 14 warga Filipina di pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, Kamis kemarin, karena selain cuaca buruk di perairan kapal yang mereka gunakan pun kehabisan bahan bakar. 

Diketahui, mereka berangkat sejak Minggu sekitar pukul 04.00 Wita, dari kepulauan Bunggau Tawi-tawi di Filipina Selatan tujuan Pulau Setangkai yang juga berada di Filipina Selatan. Tujuannya untuk budidaya rumput laut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,