Warga di Tasikmalaya Keluhkan Akta Kelahiran Palsu

Warga di Tasikmalaya Keluhkan Akta Kelahiran Palsu

Warga di sejumlah kampung di Tasikmalaya keluhkan akta kelahiran palsu. (foto - ist)

Tasikmalaya - Polsek Tamansari Tasikmalaya mengamankan tiga pelaku, terduga pembuat akta kelahiran palsu. Ketiganya adalah Acep Aop, Yayan dan Wahid. Mereka berstatus PNS (pegawai negeri sipil) di Kelurahan Tamansari dan Kelurahan Awipari.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, praktik pembuatan akta palsu itu sudah terjadi sejak 2005. Korban rata-rata warga yang jauh dari akses transportasi dan tidak memiliki surat nikah, sebagai syarat pengajuan akta kelahiran ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tasikmalaya.

Mereka tersebar di enam kampung di Tamansari, yaitu Situhiang, Cibogo, Ciatal, Ciangir, Cidolog dan Cikadondong. Salah seorang korban dari Kampung Situhiang, Maskilah (37) mengatakan, ia mengetahui praktik pembuatan akta oleh Acep Aop, sekitar tahun 2015. 

Ia meminta pertolongan Aop untuk membuatkan akta kelahiran untuk ketiga anaknya, Neni Nur Aeni (17), Yanti Herawati (12) dan Indra Maulana (2). Jasa pembuatan akta dipatok seharga Rp 100.000  - Rp 150.000. Waktu pembuatan pun relatif singkat hanya 1 minggu.

"Saya percaya saja karena Pak Aop itu kerjanya di kelurahan. Pak Aop juga bilang pembuatan akta kelahiran melalui dia tidak usah pakai surat nikah. Kebetulan kami memang tidak punya surat nikah," aku Maskilah, Minggu (4/6/2017).

Ia mengenal praktik jasa pembuatan akta melalui tetangganya yang juga membuat akta melalui Aop. "Ya terpaksa buat dari Pak Aop agar bisa mendaftarkan anak ke sekolah," katanya.

Menurut Sukanda, Ketua RT 2 Kampung Situhiang Kelurahan Tamansari, hingga saat ini ada sekitar 7 warga yang terdata menjadi korban praktik pembuatan akta palsu. Di kampungnya, Aop memang dikenal sebagai PNS yang dapat membuatkan akta melalui jalur singkat.

"Itu dari 2005 juga sudah ada. Rata-rata sasarannya memang yang enggak punya surat nikah. Aop menawarkan ke warga, kadang istrinya juga turun menawarkan," kata Sukanda. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,