Wiriadinata Tasikmalaya Resmi Jadi Bandara Komersial

Wiriadinata Tasikmalaya Resmi Jadi Bandara Komersial

Wiriadinata Tasikmalaya Resmi Jadi Bandar Udara Komersial. (foto - blog)

Tasikmalaya - Pangkalan Udara Militer Wiriadinata Tasikmalaya jawa Barat resmi menjadi bandar udara (Bandara), yang juga melayani penerbangan komesial. Kementerian Perhubungan resmi mengeluarkan izin operasional Bandara Wiriadinata, setelah menunggu kurang lebih 12 tahun.

Kemenhub pun memastikan, Bandara Wiriadinata sudah layak digunakan sebagai terminal angkutan lebaran. Kepastian itu disebutkan Menhub Budi Karya Sumadi, pada penandatanganan prasasti Bandara Wiriadinata sekaligus  uji terbang pesawat komersial Wings Air jenis ATR-72-500/600 di Pangkalan Udara Wiriadinata, Sabtu (10/6/2017).

Menurut Budi, Kemenhub tidak bisa sembarangan memberikan izin bandara. Terlebih topografi rute penerbangan menuju Tasikmalaya terdiri atas pegunungan. Untuk itu harus dipastikan secara jelas tupoksi antara Kemenhub, TNI AU dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

"Penerbangan itu salah satu moda transportasi yang penuh dengan syarat, tingkat risikonya tinggi, sehingga harus hati-hati mengeluarkan izin," katanya. Dengan demikian, izin bandara dikeluarkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi. 

Menhub juga intens berkoordinasi dengan Pemkot Tasikmalaya dan Panglima Komando TNI AU, untuk menuntaskan persyaratan seperti pemadam kebakaran, x-ray hingga ruang tunggu penumpang. "Ini izinnya memang sementara karena berkaitan dengan izin lainnya. Namun, kami bisa pastikan tidak sampai seminggu," tegas Menhub.

Oleh karena itu, Bandara Wiriadinata hanya bisa dilalui oleh pesawat komersial jenis ATR-72. Kapasitasnya pun dibatasi maksimal hanya 1.200 penumpang dalam sehari. "Kapasitasnya sebenarnya 1.600, namun masih kita batasi 1.200. Izin rutenya sedang diproses, seminggu lagi mudah-mudahan keluar, jadi bisa untuk angkutan lebaran," tambah Budi.

Budi melihat, rute penerbangan Tasikmalaya- Jakarta (Bandara Halim Perdana Kusuma) memang sudah saatnya ada. Berdasarkan riset pasar, permintaan rute penerbangan ini lebih tinggi. Budi pun berharap Pemkot Tasikmalaya dan masyarakat bisa memanfaatkan izin bandara komersial ini dengan lebih baik. "Kita tahu Jakarta-Tasikmalaya kalau ditempuh dengan jalur darat bisa sampai 8 jam. Makanya keberadaan bandara ini harus dimaintaince dengan baik," katanya.

Walikota Tasikmalaya Budi Budiman sangat bersyukur Lanud Wiridianata akhirnya resmi menjadi bandara komersial. Keberadaan bandara itu merupakan penantian panjang masyarakat Tasikmalaya dan juga daerah di Priangan Timur. 

"Saya berterima kasih kepada Pak Menteri seluruh kepala daerah, TNI dan Anggota DPR RI yang mendorong terwujudnya Lanud TNI AU jadi bandara sipil. Kita tahu hambatan untuk merealisasikan mimpi ini cukup banyak. Tanpa kerja sama semua pihak, kami tak yakin bandara ini dapat terwujud,"  kata Budi. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,