3 Perempuan Tewas, Bom Meledak di Toilet Mall Kolombia

3 Perempuan Tewas, Bom Meledak di Toilet Mall Kolombia

Tiga perempuan tewas akibat bom meledak di toilet Mal Centro Andino di Kolombia. (foto - AFP)

Bogota - Sedikitnya tiga perempuan tewas akibat ledakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Centro Andino, area Zona Rosa Bogota, Kolombia. Menurut keterangan pihak berwenang, ledakan tersebut merupakan serangan teroris.

Seperti dilaporkan AAP, Minggu (18/6/2017) ledakan itu terjadi di toilet perempuan yang berada di dalam Mal Andino, yang berada di wilayah pusat kesibukan di Kota Bogota. Selain tiga orang tewas, 11 orang lainnya dilaporkan menderita luka-luka.

Menurut Walikota Bogota, Enrique Penalosa salah seorang korban tewas adalah warga Perancis. Pihak berwenang mengatakan, mereka meyakini ledakan tersebut berasal dari sebuah bom berdaya ledak rendah dengan tujuan teror.

Bom tersebut meledak pada Sabtu sore 17 Juni 2017, ketika mal tersebut dipenuhi oleh pengunjung yang tengah mencari hadiah untuk peringatan Hari Ayah yang jatuh pada hari Minggu ini.

Perempuan Perancis yang tewas menjadi korban pertama berhasil diidentifikasi. Ia baru berusia 23 tahun, dan bekerja sebagai seorang relawan di sebuah sekolah yang berlokasi di sebelah selatan Bogota. Sedangkan dua korban lainnya diperkirakan berusia 27 dan 31 tahun.

Namun demikian, belum jelas asal negaranya. Sejauh ini belum ada kelompok yang sedang bertikai di Bogota mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menolak untuk berspekulasi, dan menyerahkan semuanya kepada pihak keamanan untuk melakukan investigasi.

Sementara itu, perhatian pemerintah langsung terfokus pada kelompok pemberontak yang masih aktif di negara itu, National Liberation Army (ELN). Pada Februari lalu, mereka mengklaim melakukan pengeboman di lokasi adu banteng yang menewaskan seorang polisi dan melukai 20 orang lainnya.

Penalosa meminta warga di kawasan elit Bogota agar waspada, namun tak ada petunjuk kapan atau di mana serangan akan kembali terjadi. Polisi mengatakan, mereka tengah menyelidiki jenis ledakan. Pemerintah Kolombia sendiri telah mencapai kesepakatan dengan kelompok pemberontak Revolutionary Armed Forces of Colombia, yang jauh lebih besar dari ELN. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,