2 Orang Diduga Bakal Ledakan Bom di Jalan Braga Diringkus

2 Orang Diduga Bakal Ledakan Bom di Jalan Braga Diringkus

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan barang bukti yang disita dari rumah kontrakan terduga teroris. (foto - ist)

Bandung - Densus 88 bersama Polda Jabar menangkap dua pria berinisial K (26) dan AAS (25) yang diduga terkait dengan AW (21), pembuat bom panci di Kecamatan Buahbatu Kota Bandung. Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Bandung.
 
Mereka diduga merupakan sel kecil dari jaringan terorisme, yang berencana membuat teror di Kota Bandung dengan menggunakan bom berdaya ledak tinggi. "Total ada tiga orang, keterlibatan dengan bom Buahbatu," kata Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus, saat menggeledah salah satu rumah terduga di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, Rabu (12/7/2017) malam.
 
Yusri mengatakan, K ditangkap di kampung halamannya Desa Cibanteng Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa 11 Juli 2017 sekitar pukul 11.20 WIB. Penangkapan dilakukan oleh tim Densus 88 serta Polres Tasikmalaya, sebagai hasil pengembangan atas penangkapan AW.
 
Berdasarkan informasi, K sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan bubur kacang di kawasan Buahbatu Kota Bandung. Saat ditangkap, ia tengah pulang kampung dan belum kembali ke Bandung karena sakit. Diketahui, ia sempat tinggal satu kamar kontrakan dengan AW, dan mengetahui rencana teror bom panci yang akan dilaksanakan.
 
Sebagai barang bukti, polisi mengamankan antara lain dompet kulit warna hitam beserta KTP dan SIM atas nama K, dua buku keagamaan serta tas ransel parasut warna hitam.
 
Selain itu, ditangkap pula seorang pria berinisial AAS pada Selasa 11 Juli 2017 malam di Kecamatan Cibiru Kota Bandung. AAS yang tercatat sebagai warga Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur merupakan orang yang mengetahui proses pembuatan bom, termasuk rencana teror di salah satu rumah ibadah di Buahbatu dan Jalan Braga.
 
Polisi juga melakukan penggeledahan kamar kontrakan K (26) di Jlan Caringin Kampung Cikungkurak Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung, Rabu (12/7/2017) malam.
 
Mengenai hasil pemeriksaan sementara, ketiganya (AW, K dan AAS) merupakan bagian dari sel kecil jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD). Mereka belajar membuat bom dari sejumlah sumber di internet. Motif terornya kebencian terhadap kalangan yang memiliki ideologi berbeda.
 
Menurut Yusri, AW, K dan AAS merupakan kelompok yang sejak Mei sudah berencana membuat sejumlah teror di Kota Bandung. Kontrakan AW, tempat terjadinya ledakan bom panci merupakan lokasi perakitan bom.
 
Sedianya, salah satu bom dengan daya ledak tinggi akan diledakkan untuk meneror salah satu rumah makan di kawasan Jalan Braga Bandung. "Rencananya 1,5 kg, yang meledak di Buahbatu itu hanya 60 mg," tegas Yusri. Sebelum terjadinya insiden ledakan di kontrakan AW, mereka sempat melakukan uji coba ledakan di sejumlah titik.
 
Dalam penggeledahan di rumah kontrakan AAS di Babakan Ciparay Bandung, polisi mengamankan  sejumlah barang bukti. Antara lain sejumlah dokumen pribadi milik AAS, bahan kimia berupa aceton, ponsel, laptop, dokumen keagamaan serta sejumlah senjata tajam. "Barang bukti senjata tajam kemungkinan akan digunakan untuk menyerang anggota Polri," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,