50 Pasangan Penyanyi Jalanan Nikah Massal Digelar TNI AD

50 Pasangan Penyanyi Jalanan Nikah Massal Digelar TNI AD

Sebanyak 50 pasangan dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) ikuti nikah massal yang digelar Kodiklat TNI AD di Jalan Aceh Bandung, Selasa 18 Juli 2017. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya 50 pasangan dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung, resmi menjadi pasangan suami istri menurut hukum agama dan negara. Nikah massal yang digelar Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD di Markas Kodiklat TNI AD Jalan Aceh Bandung itu, berlangsung layaknya upacara militer, Selasa (18/7/2017).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan Gedung Moh Toha. Dilanjutkan pembacaan naskah Pancasila yang diikuti semua yang hadir, termasuk pasangan pengantin. Acara disusul pembacaan naskah janji setia pengantin kepada Pancasila.

Pasangan pengantin memasuki Gedung Moh Toha untuk melaksanakan ijab kabul, yang sebelumnya dibacakan ayat suci Alquran. Setelah itu, tausiah pernikahan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sumur Bandung Ahmad Zaki Mubarok. Lalu pasangan mengucapkan akad nikah, yang dibimbing oleh 10 penghulu dari KUA Kecamatan Sumur Bandung.

Setiap penghulu masing-masing membimbing akad nikah lima pasangan. Pengucapan akad nikah sesuai prosedur pernikahan, yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Pernikahan. Usai akad, pasangan diarak keliling Kota Bandung menggunakan 25 delman.

Rute arak-arakan pengantin itu dari Makodiklat TNI AD Jalan Aceh - Banda - LLRE Martadinata (Riau) - Cimandiri - Diponegoro - Gasibu - Cilamaya - Banda-Aceh.

Menurut Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Agus Kriswanto, kegiatan sosial nikah massal itu bertujuan untuk membantu biaya pernikahan bagi pasangan tidak mampu, khususnya para penyanyi jalanan.

Diharapkan, nikah massal ini dapat meminimalisasi pergaulan bebas di kalangan penyanyi jalanan. Sekaligus memberi kepastian hukum bagi pasangan suami istri dan anak-anaknya sesuai UU Nomor 23/2006, tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

"Ini kegiatan positif, banyak penyanyi jalanan yang rentan melakukan pergaulan bebas tanpa ikatan pernikahan. Dalam nikah massal, mereka mendapatkan akta nikah sebagai bukti legalitas menjadi pasangan suami istri. Semoga mereka menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah,” kata Agus. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,