Puluhan Orang Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Nepal

Puluhan Orang Tewas Diterjang Banjir dan Longsor di Nepal

Jembatan terputus akibat diterjang banjir dan longsor yang menerjang Nepal. (foto -ist)

Kathmandu - Sedikitnya 49 orang dilaporkan tewas dalam 24 jam belakangan, akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan deras di Nepal. Demikian disampaikan pihak berwenang Nepal, pada Sabtu 12 Agustus 2017 waktu setempat.
 
Dilansir Reuters, sepuluh orang juga hilang dan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus bertambah, mengingat sebagian besar wilayah negara itu telah terendam air. Regu penyelamat terdiri atas tentara, polisi dan warga setempat dikerahkan untuk membantu mereka, yang terjebak di atap atau tempat yang lebih tinggi.
 
Menurut pakar cuaca, diperkirakan masih akan ada lebih banyak hujan yang turun pada malam hari dan pemerintah telah mengimbau warga untuk tetap waspada. "Sungai Koshi di bagian selatan sebagai jalur utama aliran air, berada di atas tingkat bahaya," kata pihak berwenang.
 
Musim hujan pada Juni hingga September sangat penting keberadaannya bagi Nepal, yang bergantung pada sektor pertanian. Namun di sisi lain, hujan juga telah menyebabkan malapetaka pada setiap tahunnya.
 
"Bencana ini telah mengakibatkan kerusakan parah," kata Dipak Kafle, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal. Ia mengatakan, belum ada perkiraan jumlah kerugian yang dihitung terkait hancurnya sejumlah bangunan.
 
"Kami memastikan, lebih dari 30 orang tewas, tapi kami lebih memusatkan perhatian pada proses penyelamatan kepada mereka yang masih hidup daripada mengumpulkan rincian tentang korban tewas," katanya.
 
Di kota Biratnagar, sebuah landasan pacu bandar udara terendam air dengan kedalaman di bawah dua kaki. Hal itu mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan.
 
Sejumlah jalan raya rusak atau terendam banjir, yang mengganggu kegiatan pengangkutan. Pejabat setempat telah membuka tempat penampungan sementara, untuk para pengungsi di beberapa bangunan sekolah atau sarana umum. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,