Stok Oksigen Habis, 64 Bayi dan Anak Meninggal di RS India

Stok Oksigen Habis, 64 Bayi dan Anak Meninggal di RS India

Sejumlah bayi dan anak-anak yang tengah dirawat di Rumah Sakit di wilayah Uttar Pradesh, India Utara. (foto - Indian Express)

Pradesh - Puluhan bayi dan anak-anak jiwanya tak tertolong akibat stok oksigen cair di sebuah rumah sakit di India menipis bahkan nyaris habis. Bayi dan anak-anak itu tak berdaya menjelang ajal, para orangtua pun hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat banyak.

"Kami melihat anak-anak sekarat, jelas itu salah rumah sakit. Begitu banyak anak meninggal karena mereka. Anak saya masih baik-baik saja sampai malam kemarin, tiba-tiba terjadi sesuatu yang salah," kata ayah dari salah seorang pasien, Vijay.

Dilaporkan laman Washington Post, Minggu (13/8/2017) pejabat setempat mengatakan, kasus kematian dan kekurangan oksigen cair itu diakibatkan oleh tagihan yang belum dibayar. Oleh karena itu, dalam kurun waktu beberapa hari, ada 64 bayi dan anak-anak yang meninggal di rumah sakit wilayah Uttar Pradesh India Utara.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri India telah mengonfirmasikan, kematian sebanyak 21 tersebut berkaitan langsung dengan kekurangan oksigen.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Negara Bagian dan pejabat rumah sakit membantah, penyebab kematian itu karena ada masalah dengan tagihan oksigen. Mereka mengungkapkan, ada 60 angka kematian sejak 7 Agustus lalu dan penyebabnya bermacam-macam.

Meski telah memberi bantahan, masyarakat India tetap mengecam tindakan rumah sakit yang terlibat langsung kematian itu. "30 anak meninggal di rumah sakit karena tak ada oksigen. Ini bukan tragedi. Ini pembantaian," kata pemenang Hadiah Nobel Perdamaian India Kailash Satyarthi, yang juga seorang advokat anak.

Berdasarkan hasil penelusuran, rumah sakit berutang kepada perusahaan pemasok medis "Pushpa Sales Private Limited" yang berbasis di Lucknow sebesar 89.750 dolar AS. Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga disebutkan telah melanggar peraturan, sehingga perusahaan itu menghentikan pasokan oksigen ke rumah sakit pada 4 Agustus lalu. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,