Sopir Angkot Ragu-ragu Menaikkan Tarif

Sopir Angkot Ragu-ragu Menaikkan Tarif

Sopir Angkot Ragu-ragu Menaikkan Tarif. (Foto: Net)

Bandung - Naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menyebabkan tarif transportasi umum di Kota Bandung pun mengalami kenaikan. Seperti yang terjadi untuk tarif angkutan kota (angkot) di wilayah Kota Bandung.
 
Namun naiknya tarif angkot tersebut, harus membuat pengemudi angkot bersitegang terlebih dahulu dengan para penumpang. Sebab banyak di antara mereka yang tidak mau mengerti terkait kenaikan tarif transportasi menyusul naiknya BBM bersubsidi. Akibat tidak jarang terjadi pertengkaran mulut antara penumpang dan pengemudi angkot, karena ongkos yang dibayarkan kurang.
 
Menurut Yayat J (57), seorang pengemudi angkot  Kalapa -  Ledeng, dirinya menaikkan tarif sekitar Rp 2.000.
 
"Seharusnya naik tapi kita malas adu mulut dengan penumpang, akhirnya kita bisa diam saja. Yang paling kelihatan untuk para pegawai atau pencari kerja, mereka terlihat ragu-ragu mau naik angkot," ungkapnya kepada wartawan di seputaran Jalan Dewi Sartika Kota Bandung, Selasa sore (18/11/2014).
 
Selain itu dirinya juga bingung melihat setoran angkot yang belum terpenuhi. Sebelum kenaikan BBM biasanya setengah hari saja dia mengaku sudah bisa memenuhi setoran dan isi BBM, tetapi begitu BBM naik untuk setoran pun belum terpenuhi.
 
"Biasanya setengah hari sudah bisa dapat setoran dan bensin, sekarang setoran saja belum dapat. Setoran Rp 130.000 per hari saya baru dapat Rp 80.000,00 dari pagi," jelasnya dengan raut muka lesu.
 
Dirinya merasa pesimistis dengan keadaan ini, ditambah lagi angka penumpang yang semakin berkurang. "Penumpang kini  sudah mulai berkurang, mereka sudah mulai beralih ke kredit motor, kalau begini terus angkot akan habis," paparnya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,bbm,