Lebih 300 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Sierra Leone

Lebih 300 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Sierra Leone

Banjir dan tanah longsor menerjang Ibukota Sierra Leone, Freetown yang menewaskan ratusan orang, Senin 14 Agustus siang waktu setempat. (foto - @jchitchen)

FreetownRatusan orang tewas tertimbun tanah longsor ketika banjir menerjang kawasan permukiman warga di Ibukota Sierra Leone, Freetown, Senin siang waktu setempat. Bahkan, korban tewas akibat musibah tersebut telah mencapai angka lebih 300 orang.

"Tampaknya ratusan orang tewas di bawah timbunan tanah. Bencana itu sangat serius, sehingga saya sendiri merasa hancur. Kami sedang berupaya menutup area tersebut dan mengevakuasi warga," sebut Wakil Presiden Victor Foh   mengutip Reuters, Senin (14/8/2017).

Juru bicara Palang Merah Sierra Leone, Abu Bakarr Tarawallie menyatakan, sedikitnya 179 jenazah sudah dibawa ke sejumlah rumah sakit di Ibukota Freetown. Sementara sumber dari palang merah lainnya mengatakan, jumlah korban tewas mencapai 312 orang.

Wakil presiden sendiri langsung terjun ke lokasi untuk meninjau seberapa buruk bencana tersebut. Victor Foh menambahkan, sejumlah bangunan ilegal berdiri di area tersebut sehingga jumlah korban mungkin saja lebih banyak dari perkiraan.

Longsor terjadi di salah satu kaki bukit yang berada di wilayah pegunungan Regent, Freetown. Hujan deras dalam beberapa hari ini diyakini sebagai penyebab terjadinya tanah longsor. Banjir bandang dan tanah longsor bukanlah hal yang jarang terjadi di negara yang terkenal dengan berliannya itu.

Ibukota Freetown pernah menjadi saksi betapa mengerikannya bencana banjir bandang pada 2015, ketika puncak musim hujan. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dan ribuan warga lainnya kehilangan tempat tinggal dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, seorang petugas kamar mayat di Rumah Sakit Connaught Freetown, Mohamed Sinneh mengatakan setidaknya RS di mana dia bekerja telah menerima 180 mayat. Banyaknya mayat yang dikirim ke RS itu, menyebabkan tak ada lagi tempat untuk membaringkannya secara layak.

Bahkan, laman Telegraph melaporkan, sudah 200 orang tewas dalam bencana besar tersebut. Berita awal bencana ini menyebut ada 18 korban tewas dalam bencana ini. Keterangan awal itu disampaikan seorang pejabat Palang Merah setempat.

Ratusan mayat dan rumah yang terendam lumpur setidaknya terjadi di dua wilayah di kota itu. Di lokasi itu, jalan raya pun berubah menjadi sungai, yang membawa lumpur dan mayat hingga terdampar di lokasi yang lebih tinggi. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,