Musharraf Buron atas Kasus Pembunuhan Benazir Bhutto

Musharraf Buron atas Kasus Pembunuhan Benazir Bhutto

Para pendukung setia di Lahore memperingati meninggalnya Benazir Bhutto. (foto - Getty Images)

RawalpindiMantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf akhirnya ditetapkan sebagai buronan, terkait kasus pembunuhan terhadap mendiang Perdana Menteri Benazir Bhutto. Namun, Pengadilan Anti-Terorisme Pakistan membebaskan lima tersangka dari atas pembunuhan tersebut.
 
Sebagai buronan, mantan pemimpin militer itu secara hukum harus segera ditangkap dan diseret ke meja hijau, jika kembali ke Pakistan. Pengadilan juga memerintahkan penyitaan properti pria berusia 74 tahun itu, yang terdaftar di Pakistan.
 
Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (1/9/2017) lima orang yang dituduh sebagai anggota Taliban di Pakistan itu dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan. Putusan itu diambil pengadilan di Rawalpindi, berdasarkan pertimbangan kurangnya alat bukti yang dapat memberatkan kelima tersangka.
 
Seperti diketahui, Benazir Bhutto tewas dibunuh dalam serangan bersenjata dan bom bunuh diri di Rawalpindi, pada 2007. Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa pekan setelah dirinya kembali dari pengasingan, untuk melakukan kampanye memperjuangkan supremasi warga sipil.
 
Pervez Musharraf didakwa bersalah pada 2013, sebagai salah satu dalang pembunuhan Benazir Bhutto. Ia diketahui naik jabatan sebagai presiden pada 1999 lewat upaya kudeta, namun pada akhirnya mengundurkan diri sembilan tahun kemudian setelah mengizinkan diselenggarakan pemilihan umum.
 
Ia saat ini berada dalam pengasingan setelah dipersilakan keluar dari negara pada Maret 2016 atas alasan kesehatan, sambil menunggu putusan persidangan sekaligus dakwaan lain yang mungkin dikenakan.
 
Selain Musharraf, pengadilan juga memutuskan dua orang petugas polisi bersalah atas pembunuhan itu. Satu orang dianggap lalai dalam mengamankan jalannya kampanye Benazir Bhutto, dan satu lagi dianggap menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan dengan buruk. Kedua polisi tersebut dijatuhi hukuman masing-masing 17 tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,