Ringankan Vonis, Hakim Tipikor Bengkulu Terima Suap 125 Juta

Ringankan Vonis, Hakim Tipikor Bengkulu Terima Suap 125 Juta

KPK tunjukkan uang commitment fee sebesar Rp 125 juta untuk hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, Dewi Suryana. (foto - ist)

Jakarta - KPK menduga, commitment fee sebesar Rp 125 juta untuk hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, Dewi Suryana agar menjatuhkan vonis ringan. Vonis itu berkaitan dengan perkara tipikor yang ditanganinya.
 
"Pemberian uang terkait penanganan perkara nomor 16/Pidsus/TPK/2017/PN Bengkulu, dengan terdakwa Wilson agar dijatuhi hukuman ringan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017).

Perkara yang dimaksud, kasus korupsi mantan pejabat teknis (PPTK) Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu Wilson pada 2013. Wilson dituntut pidana penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.
 
"Pada 14 Agustus 2017, putusan dibacakan dan terdakwa (Wilson) dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Namun penyerahan uang belum dilakukan, menunggu situasi supaya aman," ujar Basaria.
 
Pengaturan vonis tersebut seharga Rp 125 juta. KPK pun menetapkan 3 tersangka, yaitu Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan selaku panitera pengganti PN Bengkulu, sedangkan pemberi Syuhadatul Islamy, selaku kerabat dari Wilson.
 
Sebagai penerima, Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan disangkakan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan pemberi suap, yaitu Syuhadatul Islamy, disangkakan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 6 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Jr.)**
 
.

Categories:Nasional,
Tags:,