Kenaikan BBM Akhiri Berbagai Isu

Kenaikan BBM Akhiri Berbagai Isu

Kenaikan BBM Akhiri Berbagai Isu

Bandung - Kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah mengakhiri isu-isu tentang BBM dan ketidakpastian sektor usaha, kata Ketua Apindo Jabar Deddy Wijaya di Bandung, Selasa (18/11/2014).

"Pemerintah sudah menaikan BBM artinya mengakhiri ketidakpastian dan isu-isu BBM yang kerap mengakibatkan kenaikan harga barang yang tidak terkendali. Bagi pengusaha kenaikan ini jelas memberikan kepastian," kata Deddy Wijaya.

Ia mengakui kenaikan BBM jenis premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.000 per liter serta solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter dampaknya besar. Namun bagi pengusaha menjadi lebih pasti dan tidak akan ada lagi isu-isu kenaikan yang tidak jelas sumbernya.

"Sekarang sudah jelas, naik Rp2.000 per liter. Selama ini kami was-was karena isu-isu itu melambungkan harga kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya, sekarang kami sudah lega karena sudah ada kejelasan tinggal kita melakukan penyesuaian biaya operasional dan produksi," katanya.

Ia menyebutkan kenaikan harga BBM sebesar itu akan mendorong biaya operasional dan logistik naik sekitar 40 persen. Secara otomatis pengusaha akan menaikan harga barang dan hasil produksinya.

"Kenaikan hasil produksi dipastikan naik, mungkin kenaikan harga barang berkisar sepersen hingga dua persen. Itu sudah risiko pasar bila ada kenaikan komponen produksi," katanya.

Lebih lanjut, Deddy menyebutkan dampaknya akan terjadi pada kenaikan harga yang akan memberatkan konsumen. Daya beli masyarakat akan menurun dan mengerek inflasi pada sejumlah barang dan kelompok pegeluaran tertentu.

"Pasca kenaikan harga BBM ini dampaknya akan berpengaruh pada produsen dan konsumen, dampaknya akan berlangsung sekitar tiga hingga lima bulan ke depan," katanya.

Pengaruh daya saing pengusaha kata Deddy Widjaya juga akan diuji, terlebih saat ini menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA) 2015. Di sisi lain pengusaha juga diharapkan dengan penyesuaian UMK 2015 yang saat ini masih digodok oleh Dewan Pengupahan Daerah masing-masing.

"Sebenarnya pengusaha sangat pusing saat ini, tapi minimal satu sudah ada kejelasan tentang harga BBM dan tidak jadi isu yang cukup berpengaruh pada dunia usaha," kata Ketua Apindo Jabar itu menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bbm,