Pemkot Bandung Kerja Sama dengan Unpad Bidang Ekonomi

Pemkot Bandung Kerja Sama dengan Unpad Bidang Ekonomi

Pemkot Bandung Kerja Sama dengan Unpad Bidang Ekonomi. (foto - ist)

Bandung - Pemerintah Kota Bandung bekerja sama dengan Univestas Padjadjaran (Unpad), dalam rangka memberikan masukan dan rekomendasi terhadap kebijakan kota di bidang ekonomi, Hal itu untuk memberikan masukan dan rekomendasi terhadap kebijakan kota dalam bidang ekonomi.

Kerja sama ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Nury Effendi di Ballroom Savoy Homann Bidakara Hotel, Selasa (26/9/2017).

Yossi menyampaikan, kolaborasi ini memulai babak baru proses optimalisasi kebijakan pemerintah kota. Pemkot Bandung merasa perlu lebih serius menangani persoalan ekonomi untuk merespons bonus demografi tahun 2030.

"Kita perlu mempersiapkan generasi kita agar lebih kompetitif, agar bonus demografi bisa menjadi kekuatan kita. Program pemantapan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang tinggi, agar bisa terus memberi kesejahteraan kepada masyarakat," kata Yossi.

Sebelumnya, Universitas Padjadjaran telah beberapa kali memberikan konsultansi kepada Pemkot Bandung. Salah satu kebijakan yang diterapkan peluncuran Kartu Bandung Juara untuk siswa kurang mampu, yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta. Kartu itu memberikan bantuan kepada siswa untuk membeli keperluan sekolah seperti tas, buku dan alat tulis.

Walikota Bandung Ridwan kamil menjelaskan, bantuan itu menurut kajian Unpad bisa meringankan beban ekonomi keluarga. "Jika kartu ini diberikan, orang tuanya bisa mempergunakan uang yang tadinya untuk dipakai beli peralatan, menjadi untuk meningkatkan tabungan untuk kualitas ekonominya," katanya.

Ke depan, Unpad juga akan memberikan masukan dan kajian ekonomi makro dan mikro di Kota Bandung. Selama ini, Bandung banyak mengupayakan berbagai kebijakan ekonomi yang berpihak pada keseimbangan, baik kepada usaha mikro kecil menengah maupun investasi skala besar.

Kepada para pengusaha kecil, Ridwan merancang kebijakan agar menjalankan bisnis di Bandung bisa semudah mungkin. "Namun tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hadir tanpa investasi, sehingga investasi triliunan juga kita kejar," sebut Emil.

Diharapkan, Unpad bisa memberikan pertimbangan soal kebijakan penggunaan anggaran. Pemkot telah memiliki instrumen e-budgeting canggih, yang mampu mengatur proses penganggaran agar efisien. Namun, perlu kajian agar dana yang dibelanjakan tidak salah sasaran dan berdampak besar pada pembangunan.

Prinsipnya, agar pembangunan infrastruktur ekonomi Bandung menjadi lebih terarah. Sebab pembangunan tidak boleh jalan di tempat dan harus dikendalikan agar memberi manfaat. "Kunci Bandung seimbang. Pembangunan itu tidak bisa dihentikan, hanya bisa dikendalikan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,