Tragis, Gadis Kelas Dua SMP 'Digilir' oleh 5 Orang Pengamen

Tragis, Gadis Kelas Dua SMP 'Digilir' oleh 5 Orang Pengamen

Gadis kelas dua SMP jadi korban pemerkosaan para pengamen di Kabupaten Jawa Timur. (foto - ilustrasi)

Surabaya - Tragis nasib DKP (14),  warga Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Jawa Timur. Gadis yang baru duduk di kelas 2 SMP itu menjadi korban pemerkosaan, yang dilakukan di lahan dekat kuburan di wilayah Pasuruan Kabupaten Malang Jatim.
 
Lebih tragis lagi, korban diperkosa oleh lima pengamen secara bergiliran. Kelima pengamen itu masing-masing bernama Edi Santoso (23), Ahmad Arif (18), Ahmad Maimun (24), M Arif (19) dan Sudarsono (24), warga Pasuruan itu dijebloskan dalam tahanan setelah ditangkap.
 
Polisi juga menangkap Andik Purnomo (17) warga Pasuruan, teman dari kelima pelaku pemerkosaan tersebut. Andik Purnomo tidak melakukan pemerkosaan, namun ia melakukan pembiaran ketika aksi pemerkosaan terjadi.
 
Menurut Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Endy, kejadian itu berawal ketika korban bersama tiga teman laki-laki dan satu teman perempuan, berangkat dari rumahnya (Malang) menuju Situbondo. Mereka bermaksud mencari pekerjaan pada 1 Oktober 2017.
 
Karena kehabisan ongkos mereka berhenti di perempatan Pasar Kebonagung Kota Pasuruan. Mereka lalu berjalan kaki menuju Terminal Blandongan, yang jauhnya sekitar 4 km untuk naik bus. "Mereka pun kemudian bertemu dengan para pelaku di terminal.
 
Para pelaku tersebut memukuli salah seorang dari teman korban. Sedangkan korban dibawa ke lahan dekat kuburan Blandongan, tepatnya di utara terminal. Di lokasi itu korban diperkosa secara bergiliran," kata Endy, Selasa (3/10/2017).
 
Tak sampai di situ, korban pun dibawa ke kawasan Pasar Kebonagung, dan kembali diperkosa secara bergiliran oleh pelaku. Kasus itu terungkap setelah teman korban melaporkan kejadian itu pada polisi. "Usai melakukan pencarian, akhirnya anggota berhasil menangkap Edi, lalu menangkap kelima tersangka lainnya,” tegas Endy.
 
Kelima tersangka pemerkosaan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 81 ayat 1 UU RI nomo 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
 
Sementara itu, Andik dijerat Pasal 55 dan Pasal 56. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti celana panjang warna hitam, sepeda motor, celana dalam milik korban, HP dan kemucing. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,