Swiss Segera Gelar Referendum Terkait Penggunaan Cadar

Swiss Segera Gelar Referendum Terkait Penggunaan Cadar

Swiss segera menggelar referendum terkait penggunaan cadar. (foto - ilustrasi)

Ticino - Swiss dikabarkan akan menggelar referendum, terkait penggunaan burqa atau cadar. Hal tersebut dilakukan setelah sebuah kelompok menggelar kampanye tentang pakaian, yang menurut mereka merusak martabat perempuan.

Masyarakat akan mendapat kesempatan untuk memiliki pendapatnya dalam sebuah referendum, yang diperkirakan akan dilaksanakan pada 2018 di negara tersebut. Seperti diketahui, penduduk Swiss kurang dari 5 persen penganut agama Islam.

Seperti dilansir Independent, Senin (16/10/2017) apabila isu tersebut terlaksana, Swiss akan mengikuti negara-negara lain di Eropa termasuk Perancis dan Austria, yang telah menindak cadar lebih dulu.

Sekelompok Muslim mengumpulkan 100.000 tanda tangan untuk pemungutan suara, untuk memaksa pejabat untuk bereaksi berdasarkan peraturan di negara itu. Di mana pemilih menentukan agenda dalam sebuah sistem yang dikenal sebagai demokrasi langsung.

Langkah referendum tersebut juga diajukan oleh sebuah kelompok termasuk anggota parlemen dari Partai Rakyat Swiss nasionalis (SVP), yang juga berada di balik larangan membangun menara di Swiss. Hal itu terjadi setelah wilayah Swiss yang berbahasa Italia di Ticino, membawa larangan pada 2016 dan pelanggar dapat dikenai denda ribuan pound jika mencemooh peraturan itu.

"Kerudung adalah serangan terhadap integrasi dalam masyarakat bebas. Larangan penggunaan cadar yang bermotif agama di depan umum proporsional, sekaligus tidak melanggar kebebasan beragama maupun ekspresi. Itu bukan diskriminasi," ungkap seorang politisi.

Seperti diketahui, hanya sekitar 350 ribu dari 8,3 juta penduduk di Swiss yang beragama Islam. Namun demikian, isu seputar agama dan integrasi telah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir ini.

Perancis dan Belgia sudah memberlakukan larangan mengenakan cadar, sedangkan Jerman dan Belanda masih mempertimbangkan undang-undang serupa. Kawasan Italia, Spanyol dan Rusia juga mengatur pakaian yang bersifat religius.

Selain itu, Pemerintah Austria juga telah mengeluarkan undang-undang yang melarang seseorang menggunakan penutup wajah. Aturan itu berlaku bagi setiap orang di negara tersebut.

Aturan tersebut tidak hanya melarang kaum perempuan untuk menggunakan cadar, tapi juga melarang semua jenis penutup wajah seperti topeng, masker medis dan syal. (Jr.)**

.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,