Putra Mantan PM Thailand Didakwa Kasus Pencucian Uang

Putra Mantan PM Thailand Didakwa Kasus Pencucian Uang

Panthongtae Shinawatra (paling kanan) salah seorang putra Thaksin Shinawatra. (foto - blog)

BangkokPutra semata wayang mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra, Panthongtae Shinawatra ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang, oleh Kementerian Investigasi Khusus (DSI) Thailand. Pria berusia 37 tahun tersebut dituduh menerima cek, yang berkaitan dengan kasus korupsi di bank milik negara, Bank Krungthai.
 
Panthongtae diyakini menerima cek senilai THB 10 juta (setara Rp 4 miliar) pada 2004, yang berkaitan dengan kasus korupsi yang melibatkan uang senilai THB 9,9 miliar (setara Rp 4 triliun). Dana tersebut diselewengkan dari dana pinjaman ekstra milik Bank Krungthai, saat Thaksin menjabat sebagai PM.
 
Dilansir Reuters, Rabu (18/10/2017) Pangthongtae sudah menyerahkan diri kepada pihak berwajib pada Selasa 17 Oktober. Namun, menurut keterangan wakil juru bicara DSI, Woranan Srilum, pria itu sudah dibebaskan dan tidak ada surat perintah penahanan lebih lanjut yang diterbitkan baginya.
 
Woranan menyatakan, Panthongtae saat ini sudah dijerat dengan pasal dakwaan pelanggaran pencucian uang. Namun, ia masih bisa mengumpulkan bukti yang meringankan dirinya kelak. DSI sendiri masih mempertimbangkan, apakah akan membawa kasus itu ke meja hijau atau tidak.
 
Baik Panthongtae dan pengacaranya bungkam seribu bahasa terkait kasus tersebut. Pria berkacamata tersebut hanya mengeluhkan, dirinya menjadi korban dan meminta investigasi kasus tersebut dihentikan.
 
Sementara pendukung klan Shinawatra menuduh langkah hukum yang ditempuh tersebut, adalah sebuah tindakan baru yang dilakukan pemerintah junta militer Thailand. Hal itu agar klan Shinawatra tidak lagi bisa terjun ke dunia politik serta mengumpulkan pengaruhnya.
 
Seperti diketahui, Thaksin Shinawatra saat ini sedang mengasingkan diri di Dubai Uni Emirat Arab, sejak 2006 setelah dikudeta dan dituduh korupsi. Meski demikian, sang adik Yingluck Shinawatra masih mampu memenangi pemilihan umum (pemilu), dan ditunjuk sebagai Perdana Menteri Thailand pada 2011.
 
Namun, nasib yang sama menimpa Yingluck. Perempuan itu dikudeta pada 2014 dan sekarang sedang dijerat dengan kasus korupsi swasembada beras. Yingluck beberapa waktu lalu turut mengasingkan diri ke Dubai, bersama dengan kakaknya menjelang pembacaan putusan pengadilan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,