UMKM Diminta Mampu Bertahan

UMKM Diminta Mampu Bertahan

UMKM Diminta Mampu Bertahan

Bandung - Ketua Bidang UMKM Kadin Jabar Iwan Gunawan mengimbau para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menunjukkan kemampuan untuk survive (bertahan, red)  dalam berusaha dan tidak terlalu terpengaruh dengan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kenaikan harga BBM mungkin berdampak, namun jangan dibuat susah. UMKM harus menunjukkan survive dalam berusaha, ada kenaikan ongkos produksi dan operasional kan ada mekanisme yang bisa dilakukan," kata Iwan Gunawan di Bandung, Rabu (19/11/2014).

Menurut dia, pelaku usaha agar bisa membidik pasar yang belum banyak digarap baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini dinilai tepat untuk meminimalisir risiko dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Anggap saja fenomena bisnis dengan dampak kenaikan BBM sebagai ujian, tapi itu sebuah fenomena yang mungkin berulang, UMKM harus siap dan tegar," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan para pelaku bisa lebih memfokuskan usahanya pada pemenuhan kebutuhan primer maupun sekunder.

Dengan demikian produknya bisa langsung diserap pasar dan sangat mendukung untuk bisa survive, dengan syarat edukasi penggunaan produk dalam negeri terus digulirkan.

"Mungkin ada rugi atau penurunan usaha, namun harus membangun kembali usaha. Pemenuhan kebutuhan primer maupun sekunder sangat memungkinkan untuk bisa survive," katanya.

Ia berharap janji pemerintah untuk meningkatkan kepedulian dan perhatian kepada sektor riil dan UMKM terealisasi dengan lahirnya kebijakan-kebijakan yang pro-UMKM, mempermudah perizinan dan memangkas pungutan liar.

"Bantuan-bantuan dari pemerintah untuk sektor UMKM sangat memungkinkan, tidak hanya dana tapi dukungan kebijakan dan keringanan usaha lainnya," katanya.

Di sisi lain, komumitas sektor riil harus proaktif sehingga bantuan dari pemerintah tidak menumpuk di satu kelompok saja.

"Harus ada pemetaan yang jelas, sehingga tidak ada penumpukan bantuan di kelompok atau sektor tertentu saja," katanya.

Selain itu, Iwan menyebutkan perlu tenaga ahli diagnostik UKM untuk mengantisipasi dampak-dampak yang terjadi dengan makin kompleksnya tantangan dunia usaha.

"Pendampingan perlu, termasuk adanya ahli diagnostik UMKM sehingga bisa memberikan masukan saat mendapatkan kondisi yang kurang baik bagi sektor usaha," kata Iwan menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,