Ledakan Bom di Kawasan Diplomatik Kabul, 5 Orang Tewas

Ledakan Bom di Kawasan Diplomatik Kabul, 5 Orang Tewas

Petugas siaga di ledakan bom wilayah Wazir Akbar Khan Kabul yang merupakan area diplomatik. (foto - AFP)

Kabul - Ledakan bom bunuh diri mengguncang kawasan diplomatik Kabul Afghanistan menewaskan lima orang. Ledakan terjadi di wilayah Wazir Akbar Khan yang merupakan area diplomatik, berdekatan dengan beberapa kedutaan asing dan pesanggrahan milik Kementerian Pertahanan Afghanistan.

Dilansir AFP, Rabu (1/11/2017) ini merupakan serangan pertama yang menyasar "zona hijau" Kabul sejak bom di area itu pada 31 Mei, yang membunuh dan melukai ratusan orang. Pelaku yang diyakini berusia 13-15 tahun, yang menyasar pusat kota meski mendapat pengamanan ketat. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden yang terjadi hari ini.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afgnanistan Najib Danish menyebutkan, setidaknya lima orang tewas dan 20 orang mengalami luka, termasuk perempuan yang didominasi warga sipil. "Serangan bunuh diri dilakukan oleh seorang pembom di bawah umur, seorang anak laki-laki yang kami anggap berusia antara 12 atau 15 tahun," katanya.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Dawlat Waziri mengatakan, pelaku berhasil melewati pos pemeriksaan dan melancarkan aksinya di pos pemeriksaan berikutnya. "Kami tidak tahu targetnya, tapi terjadi beberapa meter dari kantor hubungan luar negeri Kementerian Pertahanan. Tidak ada korban jiwa bagi personel kami," tegas Waziri.

Sementara itu, tim televisi Reuters yang berada di lokasi kejadian melihat ada delapan orang yang diduga tewas dan beberapa korban luka-luka yang merupakan warga sipil Afghanistan. Ledakan diduga berasal dari seorang pengebom bunuh diri yang berjalan kaki, tapi polisi masih menyelidiki apakah ada bom yang ditanam di lokasi sebelumnya.

Ledakan kali ini menyusul serangkaian serangan yang terjadi di sekitar Kabul bulan ini, termasuk satu di Masjid Syiah di kota itu, yang menewaskan lebih dari 50 orang. Dan sebuah serangan terpisah terhadap fasilitas pelatihan tentara yang menewaskan setidaknya 15 orang. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,