Bayi Umur Lima Hari Tergeletak di Warung Lingkar Gentong

Bayi Umur Lima Hari Tergeletak di Warung Lingkar Gentong

Bayi laki-laki umur 5 hari tergeletak ditelantarkan di sebuah warung kawasan Lingkar Gentong. (foto - Warta Priangan)

Tasikmalaya - Bayi mungil yang baru berumur sekitar lima hari ditelantarkan tergeletak di salah satu warung yang berjejer di kawasan Lingkar Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaen Tasikmalaya.

Bayi berjenis kelamin laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu pertamakali diketemukan oleh warga sekitar Lingkar Gentong bernama Kumin, Senin 27 November 2017 pukul 03.00 dinihari. Ia pun segera memanggil rekannya untuk memeriksa kondisi bayi.

Rekannya bernama Saeful langsung melapor ke Polsek Kadipaten, untuk meminta agar bayi tersebut segera dievakuasi. "Saya dipanggil teman saya yang lihat bungkusan kain. Setelah diperiksa ternyata bayi. Digeletakkan begitu saja di bale-bale warung di jalan bagian kiri arah dari Tasikmalaya," kata Saeful.

Ia menyatakan, saat ditemukan bayi itu hanya dibalut dengan kain berwarna cokelat dengan posisi terikat. Tidak ada pesan wasiat atau baju ganti untuk bayi tersebut. "Saat ditemukan bayinya juga diam tidak menangis," aku Saeful.

Kapolsek Kadipaten Polresta Tasikmalaya Erustiana mengatakan, begitu mendapatkan laporan pukul 03.30, anggotanya langsung mengamankan bayi itu ke Polsek Kadipaten. Mereka langsung berkoordinasi dengan bidan puskesmas pembantu, yang kebetulan lokasinya berada di samping puskesmas.

"Saya langsung panggil bidan desa. Menurut bidan, bayi dalam keadaan hidup dan sehat dengan berat 2,98 kg dan tinggi 51 sentimeter. Dari keterangan bidan usianya kisaran 4 - 5 hari, itu bisa dilihat dari tali pusarnya yang belum kering," katanya.

Atas temuan bayi tersebut, Polsek Kadipaten juga langsung berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Tasikmalaya. Mereka lalu membawa bayi itu ke Puskesmas Ciawi. "Kita bawa ke Puskesmas Ciawi karena peralatannya lebih lengkap. Kami juga akan terus melakukan penyelidikan atas kasus pembuangan bayi itu," tegas Erustiana.

Sementara itu, Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, dari analisis dokter di Puskesmas Ciawi, bayi diduga dilahirkan melalui persalinan normal lewat bantuan tenaga medis. Dari hasil investigasi polisi dan KPAI, bayi itu diduga ditelantarkan oleh orang dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.

"Jalur di mana bayi itu ditelantarkan satu arah, sehingga kemungkinan besar pembuang bayinya dari arah Tasikmalaya. Untungnya saat ditemukan bayi dalam keadaan sehat, namun posisi tali pusarnya belum kering dan ada jepitan di tali pusar," katanya. (Jr.)** 

.

Categories:Daerah,
Tags:,