Dari Rp 6 Miliar Suap RAPBD Jambi KPK Sita Rp 4,7 Miliar

Dari Rp 6 Miliar Suap RAPBD Jambi KPK Sita Rp 4,7 Miliar

Ekspos suap RAPBD Jambi di gedung KPK Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Rabu 29 November 2017. (foto - ist)

Jakarta - Dari Rp 6 miliar uang dugaan suap pengesahan Rancangan APBD 2018 Provinsi Jambi, hanya Rp 4,7 miliar yang diamankan dalam operasi tangkap tangan KPK.
 
Mengenai kronologi penangkapan yang diugkapkan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, uang terbagi dari Rp 3 miliar yang berada di tangan Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saipudin. Ia menerima uang itu dari Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Provinsi Jambi Arfan.

"Hari Selasa 28 November pagi, WID anak buah ARN (Arfan) memberikan uang ke SAI (Saipudin) sejumlah Rp 3 miliar," sebut Basaria kepada wartawan di kantornya Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2017).

"SAI kemudian memberikan uang tersebut ke beberapa anggota DRPD dari lintas fraksi. Pemberian pertama pagi hari sebesar Rp 700 juta, kedua pada hari yang sama Rp 600 juta dan ketiga sebesar Rp 400 juta," katanya.

Pada pemberian ketiga KPK meringkus Saipudin bersama anggota DPRD Provinsi Jambi Supriono, yang menerima Rp 400 juta. Tim KPK lalu mengamankan dua koper berisi uang Rp 1,3 miliar sebagai sisa dari uang yang dibagikan.

KPK lalu menuju rumah Arfan, yang diduga sebagai lumbung pengepul uang dari pihak swasta. Dari sana KPK mengamankan Rp 3 miliar. "Total uang yang diamankan Rp 4,7 miliar. Dua koper berisi Rp 3 miliar (dari rumah Arfan), sedangkan di plastik hitam gabungan dari 400 juta yang ditemukan di lokasi di dekat restoran. Dan Rp 1,3 miliar ditemukan di rumah SAI," kata Kabiro Humas Febri Diansyah.

KPK menetapkan tersangka penerima suap, yakni anggota DPRD Jambi, Supriono. Supriono dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sedangkan pihak pemberi yang menjadi tersangka adalah Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PU Arfan dan Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifuddin. Ketiganya dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,