Jalur KA Porong - Tanggulangin Terendam Lebih Satu Meter

Jalur KA Porong - Tanggulangin Terendam Lebih Satu Meter

Genangan banjir di Jalan Raya Porong dan jalur kereta api di Sidoarjo Jawa Timur meninggi. (foto - @KAI121)

Sidoarjo - Banjir yang merendam Jalan Raya Porong  Sidoarjo Jawa Timur belum juga surut. Selain merendam jalur kereta api, banjir juga merendam 10 desa di Kabupaten Sidoarjo. Bahkan, ketinggian air di jalur KA Porong - Tanggulangin (Km 32+100 hingga Km 33+350) mencapai di atas 1 meter, (Ranu (29/11/2017).
 
Ruas jalan Sidoarjo menuju Pasuruan - Malang melalui Porong masih ditutup. Upaya penyedotan genangan air ke kolam penampungan pun terus dilakukan. Namun debit air terus meninggi. Kondisi itu memaksa pihak PT KAI pasrah. 
 
Meski upaya peninggian jalur lintasan kereta api sudah dilakukan, perjalanan rute Surabaya menuju Malang, Jember dan Banyuwangi terpaksa dihentikan. Sudah tiga hari warga Dusun Kesamben Desa Wunut Kecamatan Porong, beraktivitas di atas genangan air. 
 
Namun demikian, sebagian besar warga enggan mengungsi. Dari 10 desa di Kecamatan Porong yang terendam banjir, Desa Wunut tergolong cukup parah. Dugaan sementara, penyebab banjir akibat drainase wilayah Kecamatan Porong tidak terawat baik, sehingga tidak mampu menampung curah hujan.
 
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo menaikkan status bencana dari siaga menjadi tanggap darurat, terkait banjir yang belum surut. Status tanggap darurat diberlakukan hingga dua pekan ke depan. 

"Hasil keputusan rapat seluruh stakeholder di Pemkab Sidoarjo, status bencana naik dari siaga menjadi tanggap darurat," kata Kepala BPBD, Dwijo Prawito. Kenaikan status dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat Sidoarjo, yang telah tiga hari menjadi korban karena kawasan Porong terendam. 

"Bahkan, sejak kemarin sudah ada penambahan kecamatan yang tergenang banjir. Bukan hanya di Porong, tapi Tanggulangin dan Candi," katanya. Ketinggian air di tiga kecamatan itu bervarisasi. Di Kecamatan Porong misalnya, ketinggian air 50-70 cm, sedangkan di Kecamatan Tanggulangin 20-30 cm dan di Kecamatan Candi ketinggiannya 50 cm. 

Untuk itu, BPBD berencana membuat Posko bencana di tiga titik lokasi, yakni di Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Candi. "Di Porong, Posko bencana di titik fokuskan di Desa Candi Pari. Sedangkan di Tanggulangin di pasar wisata dan di Kecamatan Candi posko bencana difokuskan di Desa Sumorame dan Desa Kalipecabean," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,