Tiga Bank Salurkan Kredit Sindikasi Rp 550 M

Tiga Bank Salurkan Kredit Sindikasi Rp 550 M

Tiga Bank Salurkan Kredit Sindikasi Rp 550 M

Jakarta - Bank Mandiri bersama Bank Syariah Mandiri dan Bank Jateng menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 550 miliar kepada anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Adigraha.
 
Senior EVP Consumer Finance Bank Mandiri Tardi di Jakarta, Kamis (20/11/2014), mengatakan ada sindikasi tersebut, Mandiri Group mengambil porsi kredit sebesar Rp475 miliar dan Bank Jateng Rp75 miliar yang berrjangka waktu 8,5 tahun dan akan digunakan untuk membangun Gedung perkantoran 47 lantai seluas 70 ribu meter persegi di Kawasan Kuningan Jakarta.  Menurut Tardi, kebutuhan ruang kantor berkualitas premium di lokasi-lokasi strategis di Jakarta masih sangat tinggi sehingga membuka peluang bagi pengembang properti untuk memperkuat bisnis.
 
"Kami berharap, kredit sindikasi yang kami berikan kepada Ciputra Adigraha ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan ruang kantor tersebut sehingga pada akhirnya, hal ini dapat membantu mendorong perekonomian nasional," ujar Tardi.
 
Tardi menuturkan, keterlibatan Bank Mandiri dalam sindikasi pembiayaan ini juga sebagai bentuk dukungan perseroan kepada Ciputra Group dalam mengembangkan bisnis dan memperluas pangsa pasar.
 
"Ke depan kami berharap dapat memperkuat kerjasama ini dalam bentuk layanan perbankan lainnya, termasuk kepada jaringan bisnis Ciputra Group lainnya," kata Tardi.
 
Hingga September 2014, pembiayaan Bank Mandiri ke sektor properti dan konstruksi telah mencapai Rp16,34 triliun, meningkat 38,23 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus untuk sektor properti, kucuran kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp8,23 triliun, naik 31,13 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
 
Presiden Direktur Ciputra Adigraha Candra Ciputra mengatakan bahwa Kredit ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan gedung perkantoran Office Tower 2 yang terletak di kawasan superblock Ciputra World 1 Jakarta. Total investasi pembangunan gedung kantor ini sebesar Rp1,6 triliun dengan target penyelesaian tahun 2018.
 
"Permintaan ruang perkantoran, baik dari perusahaan asing dan domestik, di Jakarta akan tetap meningkat. Inilah salah satu alasan kami mengembangkan proyek ini," ujar Candra. (AY)
.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,