17.569 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir

17.569 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir

Sejumlah warga melintas jalan yang terendam banjir di Bukit Duri, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (20/11). Kawasan Jatinegara Barat dilanda banjir menyusul meluapnya air Sungai Ciliwung. ANTARA FOTO

Jakarta - Sebanyak 17.569 orang warga dari tiga kelurahan di wilayah Jakarta Timur terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda permukiman mereka.
 
"Pengungsi berasal dari Kelurahan Kampung Pulo, Bidara Cina dan Cawang," kata petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta Chandra Gunawan di Jakarta, Kamis (20/11/2014).
 
Ia mengatakan laporan jumlah pengungsi tersebut diterima dan dirilis BPBD pada Kamis (20/11) pukul 11.00 WIB. Data banjir dan jumlah pengungsi tersebut diperbarui setiap enam jam.
 
Banjir yang melanda permukiman warga dikarenakan meluapnya Sungai Ciliwung akibat hujan deras yang melanda hulu sungai di wilayah Bogor, Jawa Barat pada Rabu (19/11) sore.
 
Saat ini, warga mengungsi di beberapa tempat, termasuk Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan beberapa masjid yang luput dari genangan air.
 
"Warga sudah mendirikan dapur umum secara swadaya," tambahnya.
 
Chandra mengatakan pendirian dapur umum tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta bahwa setiap kelurahan harus menyiagakan logistik bagi warga pengungsi selama dua hari.
 
Meski demikian, sejumlah petugas dari Dinas Sosial sudah bergerak ke titik lokasi banjir untuk memantau kebutuhan warga.
 
"Kami hanya mengkoordinasikan kebutuhan warga baik makanan dan obat-obatan ke suku dinas terkait," ucapnya.
 
Selain di Jakarta Timur, beberapa lokasi di Jakarta Selatan juga terendam banjir antara lain di wilayah Kecamatan Pancoran dan Pasar Minggu.
 
Namun, data jumlah pengungsi dari wilayah tersebut belum diterima BPBD DKI Jakarta.
 
"Memang yang paling parah di wilayah Jakarta Timur. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 400 centimeter," katanya. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,