13 Penumpang Tewas karena Kelalaian Nakhoda Speedboat

13 Penumpang Tewas karena Kelalaian Nakhoda Speedboat

Speedboat KM Awet Muda yang tenggelam perairan di Sungai Musi Banyuasin Sumatera Selatan. (foto - Basarnas)

Palembang - Sebelas korban hilang speedboat KM Awet Muda di perairan Sungai Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Secara keseluruhan 13 penumpang dinyatakan tewas, dan tim SAR gabungan resmi menutup pencarian secara mulai Jumat pukul 09.30 WIB.

Penutupan proses pencarian dilakukan setelah tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL, Brimob, Ditpolairud Polda Sumsel dan Polres Banyuasin menemukan Farlan Hidayatulah (8). Farlan, korban terakhir yang ditemukan di Sungai Apung, perairan Sungsan Banyuasin atau 1 jam dari lokasi speedboat kecelakaan.

"Seluruh korban sudah ditemukan sekaligus menutup proses pencarian yang dilakukan setelah 11 orang dinyatakan hilang dalam kecelakaan itu. Sehingga tim gabungan resmi menutup pencarian karena dari data yang dilaporkan seluruhnya telah ditemukan," kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (5/1/2018).

Dari 11 korban yang ditemukan dan sudah teridentifikasi melalui data antemortem dan postmortem, langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebab mayoritas jenazah yang ditemukan kondisinya sudah mulai membusuk karena terendam di air asin.

"Korban sudah teridentifikasi melalui data antemortem, seperti riwayat hidup, pakaian yang digunakan dan identitas lain. Namun secara prosedur harus juga diidentifikasi melalui data postmortem. Jadi dari 11 korban yang sudah teridentifikasi, baru 2 orang dan dipastikan semua selesai hari ini," kata Kapolda.

Sementara itu, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap Adi, warga Karang Agung yang merupakan nakhoda speedboat. Diketahui, ia selamat saat insiden speedboat dihantam ombak setinggi 1,5 meter itu, namun saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Ditpolairud Polda Sumsel pun telah mengamankan Irwan alias Somad selaku kenek speedboat. Irwan ikut selamat dalam insiden, tapi berhasil diamankan tim SAR untuk dimintai keterngan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi menyebutkan, ada indikasi kelalaian dan menyebabkan korban meninggal dunia. Jika terbukti adanya kelalaian, Adi selaku nakhoda speedboat dapat dijerat Pasal 359 KUHP dan Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008.

Seperti diketahui, speedboat ditumpangi 55 penumpang berangkat dari Karang Agung pada Rabu sekitar pukul 17.00 WIB. Speedboat sempat mengalami kerusakan salah satu mesin, sebelum akhirnya dihantam ombak setinggi 1,5 meter di wilayah Tanjung Serai. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,