Skinhead, Pelaku Curas Ditembak Mati Polisi Saat Melawan

Skinhead, Pelaku Curas Ditembak Mati Polisi Saat Melawan

Lokasi penembakan terhadap Skinhead Jalan Kangkung Kaler Kecamatan Lengkong Kota Bandung Jumat 9 Februari malam. (foto - tribunjabar)

Bandung - Aparat Satreskrim Polrestabes Bandung dengan Polsekta Lengkong tembak mati tersangka Agung Sopian alias Agung alias Skinhead (25), pelaku pencurian disertai dengan kekerasan (Curas). Tersangka kerap meresahkan warga Kota Bandung dan melukai setiap korbannya.
 
Bahkan tersangka belum lama keluar dari lembaga permasyarakatan. Tersangka sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polsekta Lengkong ditembak mati di Jalan Kangkung Kaler Kecamatan Lengkong Kota Bandung, Jumat (9/2/2018) malam. Ia ditembak karena melakukan perlawanan dan membahayakan jiwa anggota, yang saat itu hendak mengamankan tersangka.
 
"Ketika anggota melihat tersangka langsung melakukan pengejaran, tersangka ternyata melawan dengan mengeluarkan sajam sejenis golok yang disembunyikan di balik jaket. Bahkan, tembakan peringatan pun tidak digubris oleh tersangka. Karena membahayakan jiwa anggota, kita berikan tindakan tegas dan terukur," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo didampingi Kasat Reskrim AKBP M Yoris Maulana saat ungkap kasus di Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung.
 
Menurut Hendro, tersangka Agung merupakan target operasi dari jajarannya. Pasalnya pada Agustus 2017, pelaku diketahui merupakan pelaku aksi curas bersama tersangka Andre, yang telah diamankan sebelumnya oleh polsekta Lengkong dan kini sudah divonis 2 tahun penjara.
 
Pelaku diketahui telah melakukan lebih dari 70 tempat kejadian di Bandung. Bahkan setiap beraksi, pelaku tak segan melukai korban. "Tempat kejadian yang kerap menjadi target tersangka antara lain Mekarwangi, Papanggungan, Antapani, Soekarno Hatta, Cikawao, Ciateul, Peta, Balonggede, Kebon Kalapa, Kiaracondong, Cisaranten, Pusdai, BiP, PSM, Cikutra dan masih bantak lagi," tegas Hendro.

Tersangka pun sudah 4 kali keluar masuk rumah tahanan Kebon Waru dengan kasus yang sama. Mulai dari tahun 2007 di Polsek Kircon kasus penganiayaan, pada 2009 di Polrestabes Bandung, tahun 2012 dan 2015 di Polsekta Bandung Kidul dengan kasus curas.

"Pelaku terbilang sadis karena kerap membawa sajam, berupa golok dan samurai setiap beraksi. Pelaku tidak segan melakukan tindak kekerasasn pada korban jika melawan," tambahnya. Pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas kepada setiap pelaku kejahatan yang meresahkan dan membahayakan warga. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,