Penari Perut Rusia Terancam Diadili dan Dideportasi di Mesir

Penari Perut Rusia Terancam Diadili dan Dideportasi di Mesir

Ekaterina Andreeva. (foto - Instagram)

Kairo - Pengadilan Mesir bakal mengadili salah seorang perempuan penari perut asal Rusia, karena dianggap menari dengan gerakan yang terlalu vulgar. Video menunjukkan penari perut itu tengah menari dengan pakaian minim, dan gerakan yang terlampau sensual menjadi viral di Mesir.
 
Dilansir AFP, Jumat (9/2/2018) penari perut asal Rusia itu bernama Ekaterina Andreeva (31). Ia disebut memiliki nama panggung 'Gawhara' yang berarti 'batu pertama' dalam bahasa Arab. Sejumlah sumber keamanan Mesir menyebutkan, Andreeva akan dideportasi.
 
Namun pengacaranya menyatakan, ia akan menjalani persidangan di Mesir. Oleh otoritas Mesir, Andreeva dijerat dakwaan menghasut tindakan tidak senonoh. Ia juga dituding tidak memiliki dokumen yang tepat untuk bekerja dan tinggal di Mesir.
 
"Aturan untuk pertunjukan tari mewajibkan penampil untuk memakai celana dalam warna apapun kecuali beige. Gawhara tidak memakai celana dalam, dan tentu saja itu provokatif," sebut Jaksa Mesir, Hatim Fadl yang menangani kasus itu.
 
Sementara itu, pengacara Andreeva, Mohammed Saleh menyangkal seluruh tudingan terhadap kliennya. Saleh menyatakan, kliennya akan menjalani persidangan di Mesir pada tanggal yang tidak disebutkan. "Tidak akan ada deportasi karena dokumennya sudah sesuai. Ia akan menghadapi persidangan," tegas Saleh.
 
Adapun video Andreeva yang viral setelah menyebar luas di internet, menunjukkan ia sedang menari secara sensual di sebuah klub di Kairo. Andreeva tampak hanya memakai gaun berenda yang sangat terbuka.
 
Sumber keamanan Mesir menyebutkan, Andreeva ditahan di salah satu kantor polisi di Kairo. Ia akan dipulangkan ke Rusia pada Sabtu 10 Februari ini. Namun pada Kamis 8 Februari malam waktu setempat, sumber keamanan yang sama menyebutkan, Andreeva telah dibebaskan polisi.

Andreeva bebas setelah membayar jaminan sebesar 5 ribu pounds Mesir (Rp 3,8 juta). Ia disebut mengelola sebuah studio tari di Moskow bersama suaminya. Selama kasusnya berproses di Mesir, ia dilarang melakukan tarian perut. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,