Gunakan Skimmer, Pengacara Kuras Rekening Bank Diringkus

Gunakan Skimmer, Pengacara Kuras Rekening Bank Diringkus

Dua pelaku pembobol ATM bank di Sukoharjo Jawa Tengah berhasil ditangkap. (foto - ist)

Sukoharjo - Dua pelaku pembobol ATM salah satu bank di wilayah Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah berhasil ditangkap aparat Polres setempat. Saryanto Aladam (46), warga Jenawi Kabupaten Karanganyar dan Tri Warno (33) warga Duren Sawit Jakarta Timur menguras rekening Sri Rahayu, warga asal Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri.

Akibatnya aksi keduanya, korban menderita kerugian hingga Rp 11,5 juta. Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menyatakan, kasus itu terungkap saat korban melaporkan kehilangan uang di rekening bank akhir Januari lalu. Dari laporan itu, uang tabungannya hilang tanpa melakukan transaksi akhir tahun 2017 lalu.

Awalnya korban yang merupakan pemilik warung kelontongan itu melakukan transaksi dengan menggunakan kartu ATM di Desa Plesan Nguter Sukoharjo. Namun karena mesin ATM bermasalah, ia sempat meminta tolong satpam di sekitar lokasi. Tanpa disadari, salah satu pelaku mengintai korban dengan menghapalkan nomor PIN yang ditekan berulang-ulang. "Saat korban lengah, kartu diambil untuk diduplikasi lewat mesin skimmer yang telah disiapkan pelaku," kata Iwan, Selasa (13/2/2018).

Iwan menjelaskan, modus pelaku menggandakan data dari ATM korban dengan mesin skimmer yang dibeli dari Taiwan. Data lalu disalin ke sebuah laptop dan dialihkan ke kartu ATM kosong. Kartu itu yang kemudian digunakan untuk menguras uang korban melalui rekening, berbekal nomor pin yang dihapalkan. 

Peran kedua pelaku pun dibagi, Saryanto yang juga seorang pengacara itu berlaku sebagai penyedia skimmer dan memindahkan data korban ke laptop. Sementara Tri Warno berperan sebagai eksekutor korban di lapangan maupun menguras uang. Dua pelaku itu memang satu komplotan dan berpindah-pindah lokasi dalam mencari korban. 

Disebutkan, keduanya beraksi di sejumlah tempat di Jateng dan Jatim, antara lain di Sukoharjo, Wonogiri, Pati dan Ponorogo. Selama ini keduanya telah menghasilkan uang curian hingga Rp 200 juta. Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sepeda motor, laptop, flasdisk, kartu ATM kosong dan dua mesin skimmer. "Keduanya terancam penjara maksimal  tujuh tahun penjara sesuai dengan jeratan Pasal 363 KUHP," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,