36 Diskotik Edarkan Narkoba, Buwas Sentil Komitmen DKI

36 Diskotik Edarkan Narkoba, Buwas Sentil Komitmen DKI

Aparat BNN melakukan razia narkoba di tempat hiburan malam di wilayah DKI Jakarta. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Kepala Badan  Narkotika Nasional (BNN)  Budi Waseso menyatakan,  sedikitnya terdapat 36  tempat hiburan di wilayah DKI Jakarta terbukti melakukan praktik peredaran gelap narkotika. Ke-36 tempat hiburan itu tersebar di lima wilayah Ibukota.
 
"Saya sudah buktikan dari 81 diambil random, dari Jakarta Timur, Utara, Selatan, Barat dan Pusat. Saya membuktikan 36 tempat yang saya cek menggunakan orang lain membeli narkoba di diskotik itu, nyatanya terbukti ada markoba," kata Budi Waseso di Kantor BNN Cawang Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
 
Menurut Buwas, dengan adanya fakta itu Indonesia saat ini masih dalam status Darurat Narkotika. Terbukti, tahun 2017 lalu sebanyak 40-43 orang tewas karena kasus narkotika. Pada 2016 rata-rata meninggal dunia tiap hari 50 orang. Tahun 2017 per hari 40-43. Itu yang dilaporkan, yang tidak dilaporkan mungkin lebih banyak. 
 
"Ini bukti, kita masih darurat narkoba dan kita masih harus tetap serius dalam menangani masalah tersebut," tegas Buwas. Mantan Kabareskrim Mabes Polri itu menekankan, penegakan hukum terhadap para bandar narkotika belum maksimal. Masih banyak para bandar yang melakukan peredaran narkotika lalu tertangkap, namun masih menjalankan praktik bisnis narkotika di dalam lapas.
 
"Kasus yang melibatkan narapidana yang sudah hukuman mati dua kali, maka dia harus tiga kali dulu baru bisa dihukum mati. tiga kali juga belum tentu mati. Itu hebatnya Indonesia," katanya.
 
Seharusnya, Indonesia harus memperbaikin sistem penegakan hukum untuk bandar narkotika, selain diperlukan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. "Saya berharap seluruh masyarakat melakukan langkah sesuai bidang dan perannya masing-masing. Kalau ini dilakukan kita akan bisa menangani soal narkotika," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,