12 Pelaku Prostitusi Online lewat Chat Ditangkap di Manado

12 Pelaku Prostitusi Online lewat Chat Ditangkap di Manado

Polda Sulut tangkap 12 pelaku prostitusi online lewat chat. (foto - ist)

Manado - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) menangkap sejumlah pelaku prostitusi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring), yang menjadi perbincangan hangat di Manado Sulawesi Utara. Poraktik prostitusi online tersebut dengan menggunakan aplikasi pesan instan (chatting) BeeTalk.
 
Penangkapan berawal saat Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulut melakukan patroli siber dan mendapati adanya berita viral, terkait prostitusi online dengan menggunakan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis oleh banyak pengguna ponsel pintar.
 
Kabar tersbut langsung menyebar hingga media sosial, yang menyebutkandi Sulut khususnya Manado marak dengan prostitusi online lewat aplikasi chat buatan negeri Cina tersebut.
 
"Dari informasi, saya mengumpulkan personel Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulut untuk melakukan penyelidikan. Personel kita men-dowload aplikasi itu dan kita melakukan transaksi, chatting dengan para tersangka," sebut Kasubdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sulut AKBP Iwan Permadi, Jumat (23/2/2018).
 
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian memutuskan turun langsung ke lapangan, untuk melakukan operasi di sejumlah hotel di Kota Manado. Dalam aksi itu, diamankan 12 tersangka pelaku prostitusi online, terdiri atas 9 perempuan dan 3 laki-laki.
 
"Semuanya masih dalam pengembangan. Untuk laki-lakinya ada sebagian yang memasarkan dengan menggunakan media sosial dari sejumlah perempuan tersebut, ya seperti mucikari," kata Iwan.
 
Menurutnya, prostitusi tersebut sudah berlangsung cukup lama di Manado. Kini sudah dalam pengawasan Subdit Cybercrime, dengan menurunkan tim khusus untuk melalukan penyelidikan. "Ke depan, kita tetap memonitor terus perkembangan salah satu aplikasi. Saya berharap, dengan adanya operasi itu minimal bisa mengurangi aktivitas prostitusi online di Manado," katanya.
 
Dari tangan ke-12 tersangka, polisi mengamankan handphone yang berisi daftar percakapan dengan para pelanggan, alat kontrasepsi, kartu tanda penduduk (KTP) dan uang tunai.
 
Untuk para tersangka diancam dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 Undang-Undang Pornografi, Pasal 30 juncto Pasal 4 UU Pornografi, Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
 
"Bagi perempuan pun, karena dia menawarkan jasa pelayanan, nanti kita tetapkan sebagai tersangka. Nantinya semua akan jadi tersangka, tapi ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,