Pramugari Konsumsi Narkoba Ditangkap Aparat Polsek Kuta

Pramugari Konsumsi Narkoba Ditangkap Aparat Polsek Kuta

Aparat Polsek Kuta Badung menangkap Michelle Merry Loisa (28) pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (foto - ist)

Kuta - Kandas, karier Michelle Merry Loisa (28) salah seorang pramugari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Pasalnya, ia ditangkap anggota Polsek Kuta Badung pada Sabtu 24 Februari 2018 di Anika House Jalan Gunung Lumut Denpasar Bali.
 
Berdasarkan keterangan Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya, tersangka Merry sebagai pramugari sudah delapan tahun dan memakai narkoba saat tidak bekerja. Status hubungan dengan suaminya pun saat ini dalam proses perceraian.
 
Menurutnya, tersangka ditangkap setelah polisi menangkap tersangka lain sebelumnya yang berinisial FHM alias Fuad, yang tak lain adalah kekasih gelapnya. Dari kamar Merry ditemukan satu buah paket dengan berat 0,12 gram, dua paket kokain 0,34 gram dan 0,03 gram dan ada satu strip berisi 4 butir dumolid, bong (alat hisap sabu).
 
Diketahui, FHM ditangkap di Areal Central Parkir Abian Base Kuta Badung. Barang bukti yang diamankan ada satu paket kokain dengan berat 0,75 gram. Satu buah bong, satu buah kaca vape, satu bungkus pipet, satu buah kotak wafer astor, dua bungkus plastik klip, satu buah plaster hitam dan satu buah plaster bening.
 
"Tersangka MML menyembunyikan narkoba di hiasan kaca. Ia memakai sabu dan kokain yang dibelinya langsung dengan harga mahal sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk sabu dia membeli seharga Rp 400 ribu per paket," kata Wirajaya di Polsek Kuta Badung, Jumat (2/3/2018).
 
Pramugari tersebut. lanjutnya bertugas untuk penerbangan internasional dan domestik. Selain MML dan FHM, pihaknya menangkap DSB (37) di lokasi yang sama. Lalu, petugas juga menangkap BNY (41), dari tangannya petugas menyita uang Rp 20 juta dan empat buah paket kokain.
 
"BNY memang bandar. Dari tiga orang tersebut mendapatkan barang dari dia. BNY sudah menjadi pengedar sekitar 10 tahun," tegasnya. Para tersangka dikenakan Pasal 112 KUHP dan Pasal 127 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,