Penembakan di Universitas Osmangazi Tewaskan 4 Orang

Penembakan di Universitas Osmangazi Tewaskan 4 Orang

Penembakan di Universitas Osmangazi Turki menewaskan empat orang. (foto - Kremlin Post)

Eskisehir Aksi penembakan dilakukan oleh seorang pria di universitas yang terletak di kawasan barat laut Turki, yang menewaskan 4 orang, Kamis waktu setempat. Penembakan tersebut terjadi di Fakultas Pendidikan Universitas Osmangazi yang terletak di Kota Eskisehir.

Rektor Osmangazi Hasan Gonen menyatakan, terdapat empat korban tewas dan tiga orang terluka dalam penembakan tersebut. Empat korban tewas, yakni Mikail Yalcin (Wakil Dekan), Fatih Ozmutlu (Sekretaris Fakultas), Serdar Caglak (Dosen) dan Yasir Armagan (Asisten Dosen).

Dilansir Reuters, Jumat (6/4/2018) pelaku teridentifikasi bernama Volkan Bayar, dan merupakan peneliti. Ia dilaporkan menyerahkan diri setelah sempat berusaha melarikan diri. Diketahui, Bayar dikenal sebagai sosok bermasalah di universitas itu. "Saat ini, ia diperiksa karena pernah memaki seorang staf," katanya.

Selain itu, Bayar yang menamatkan pendidikan S-2 di Universitas Denver Amerika Serikat (AS), diyakini anggota FETO. FETO merupakan singkatan dari organisasi yang dipimpin oleh Fethullah Gullen. Ia dituduh menjadi otak percobaan kudeta di Turki pada Juli 2016. Kudeta yang menewaskan 250 orang itu gagal, dan Gullen yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania sejak 1999 membantah tuduhan itu.

Pendapat yang sama disebutkan Profesor Ayse Aypay. "Beberapa karyawan sempat mengeluhkan perilakunya," bebernya. Aypay berencana mengajukan gugatan hukum terhadap otoritas pendidikan tinggi, karena mereka dianggap lalai tidak memproses keluhan tersebut.

Bayar diyakini berusaha membunuh dekan. Namun, saat kejadian ternyata dekan sedang tidak berada di tempat. Gubernur Erkisehir Ozdemir Cakacak menyatakan, telah menugaskan tiga jaksa untuk menyelidiki penembakan itu. "Ini peristiwa yang sangat disayangkan. Kami berbela sungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan," kata Cakacak. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,