UNESCO Akui Ciletuh & Gunung Rinjani Jadi Geopark Dunia

UNESCO Akui Ciletuh & Gunung Rinjani Jadi Geopark Dunia

Pesona kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Jawa Barat.

Sukabumi - Kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu dan Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya ditetapkan sebagai anggota baru geopark dunia, dalam sidang Unesco Executive Board yang berlangsung Kamis (12/4/2018) di Paris Perancis.

Geopark Ciletuh Palabuhanratu paling tercepat di Indonesia diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). "Hanya dalam kurun kurang tiga tahun Geopark Ciletuh Palabuhanratu resmi diakui UNESCO sebagai global geopark atau geopark dunia," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Senin (16/4/2018).

Ia mengatakan, sebenarnya banyak daerah lain di Indonesia bahkan negara lain di dunia yang mengusulkan geoparknya menjadi global geopark, tapi rata-rata waktunya mencapai 10 tahun. Namun, berkat kerja sama semua pihak khususnya Tim Percepatan Geopark, semua tahapan dan persyaratan bisa dilalui dengan sempurna dan cepat.

Sementara General Manager Geopark Rinjani, Chairul Mahsul berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia. Tanda-tanda Gunung Rinjani akan menjadi Global Geopark telah terlihat, saat NTB ditunjuk sebagai tuan rumah Asia Pasific Geopark Network Symposium (pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Pasific) pada 2019.

"Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya baru  dikeluarkan April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia dilaksanakan di Italia, September 2018," katanya.

Dengan peningkatan status itu, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. Hal itu tentu berimbas pada sektor pariwisata NTB.

"Di seluruh dunia ini ada ratusan Unesco Global Geopark. Dengan masuknya Gunung Rinjani menjadi UNRSCO Global Geopark, tentu menjadi ajang promosi yang efektif terutama bagi sektor kepariwisataan NTB. Tentunya akan semakin banyak wisatawan internasional yang tertarik untuk berkunjung Gunung Rinjani," tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief juga menyambut baik dengan makin banyaknya pengakuan dunia yang mampir ke Indonesia, yang menaikkan pamor Indonesia. Penetapan itu juga diharapkan akan meningkatkan kujungan wisatawan ke Ciletuh dan NTB, yang imbasnya tentu peningkatan ekonomi.

"Benchmark-nya ada Cina maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark. Cina berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark. Tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar 90 juta dolar AS pada 2004, setelah dua tahun bergabung dengan GGN UNESCO," katanya.

Begitu pula Jeju Island Geopark di Korea Selatan yang pada 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan. "Saya yakin kawasan Ciletuh dan Gunung Rinjani bakal semakin nge-hits lagi," kata Arief. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,