Teror Bom di Jatim, 12 Warga Meninggal & 13 Pelaku Tewas

Teror Bom di Jatim, 12 Warga Meninggal & 13 Pelaku Tewas

Sebanyak 25 jiwa melayang akibat rentetetan ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo Jatim. (foto - Associated Press)

Surabaya - Dalam 25 jam terakhir ini, rentetan teror bom mengguncang wilayah Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur. Secara keseluruhan 12 warga menjadi korban meninggal dalam insiden tersebut.

"Kejadian di Surabaya dan Sidoarjo,  jumlah korban secara keseluruhan menapai 21 orang. Terdiri atas 9 pelaku dan 12 warga," kata Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, 9 orang pelaku yang tewas tersebut belum termasuk peristiwa ledakan di Polrestabes Surabaya yang terjadi pada pagi hari tadi. Sehingga jika ditotal, ada 13 pelaku yang tewas. "Belum ditambah yang tadi pagi. Jumlahnya ada 4, karena ada 1 anak, sehingga total 13 orang pelaku tewas," tegas Machfud.

Selain itu, terkait pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, Mahcfud mengatakan semuanya merupakan satu keluarga. "Perlu saya sampaikan, pengeboman di Rusunawa Sidoarjo dan Surabaya semuanya satu keluarga," katanya.

Pengeboman pertama terjadi, pada Minggu 13 Mei pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. Menyusul ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno serta Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Tiga lokasi itu berada di Surabaya.

Pada malam harinya sekitar pukul 21.20 WIB, ledakan bom lain terjadi di sebuah rusunawa di kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Dalam peristiwa itu, 3 terduga pelaku teror tewas, yaitu Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

Kemudian, pada Senin 14 Mei pukul 08.50 WIB, bom kembali meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Polisi memastikan, 4 pelaku pengeboman Mapolrestabes Surabaya tewas. Pelaku mendatangi Mapolrestabes dengan mengendarai 2 sepeda motor. "Namun identitas masih kita lakukan identifikasi mencocokkan semua data-data itu," tambah Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,