52 Warga Palestina Tewas Protes Kedubes AS di Yerusalem

52 Warga Palestina Tewas Protes Kedubes AS di Yerusalem

Bentrokan pecah di perbatasan Gaza dan Israel protes dibukanya Kedubes AS di Yerusalem. (foto - Getty Images)

Yerusalem - Bentrokan warga dengan tentara Israel pecah terkait protes terhadap pemindahan kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem di perbatasan Gaza-Israel. Sedikitnya 52 warga Palestina tewas dalam bentrokan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Kementerian Kesehatan Palestina merilis data baru korban akibat bentrokan mencapai 52 warga tewas, dan 2.400 lainnya terluka. Bentrokan terjadi karena AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, Senin (14/5/2018).

Peresmian kantor itu dihadiri anak Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. Pihak pemerintah Palestina menyebut bentrokan tersebut sebagai "pembantaian". Palestina mengecam keras hal tersebut. "Pembantaian mengerikan tersebut dilakukan oleh tentara Israel yang melawan orang-orang heroik," kata juru bicara Palestina Youssef Mahmoud.

Sementara militer Israel menyebut tiga demonstran di antaranya yang tewas sebagai militan bersenjata, yang berusaha memasang peledak di dekat pagar perbatasan di Gaza bagian selatan. Personelnya akan mempertahankan perbatasan dan melepas tembakan untuk menghentikan serangan, jika ada perusakan pagar perbatasan dan upaya penyusupan.

Puluhan ribu demonstran Palestina dilaporkan membanjiri perbatasan Gaza - Israel sepanjang Senin 14 Mei waktu setempat. Bentrokan pun pecah di lima titik di sepanjang perbatasan Gaza dan Israel.

Unjuk rasa tersebut digelar menjelang peringatan 'Nakba' atau 'Malapetaka' yang jatuh tanggal 15 Mei 1948, saat ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah mereka. Diperkirakan, aksi protes akan memuncak pada Selasa 15 Mei.

Disebutkan, jumlah 37 orang merupakan korban tewas dari kalangan demonstran Palestina dengan jumlah tertinggi dalam satu hari. Otoritas kesehatan Gaza menyebut, sekitar 900 demonstran Palestina mengalami luka-luka, dengan 450 orang di antaranya dilaporkan terkena peluru sungguhan.

"IDF (Angkatan Pertahanan Israel) akan bertindak tegas terhadap setiap aktivitas teroris dan akan bertindak untuk mencegah serangan terhadap Israel," demikian pernyataan militer IsraelMenanggapi hal itu, otoritas Palestina mengecam dan menyebutnya sebagai 'pembantaian mengerikan'.

"Menyerukan intervensi internasional segera untuk menghentikan pembantaian mengerikan di Gaza, yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap rakyat kami yang heroik," sebut juru bicara pemerintah Israel, Yusuf al-Mahmoud. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,