Gugat Cerai Suami Meningkat di Pengadilan Agama Bekasi

Gugat Cerai Suami Meningkat di Pengadilan Agama Bekasi

Gugat Cerai Suami Meningkat di Pengadilan Agama Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi telah menangani sebanyak 1.013 permasalahan hingga tengah 2018. Sekitar 75 persen dari persoalan yang diadukan adalah gugatan perceraian.

"Perceraian menduduki kasus yang paling tinggi," kata Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bekasi Dede Supriadi di Cikarang, Kamis (17/5/2018).

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka kasus diprediksi tak jauh berbeda. Sepanjang tahun 2017, jumlah kasus yang masuk mencapai 3.190. Didominasi kasus gugatan perceraian, baik yang dilayangkan oleh suami maupun istri.

"Paling banyak istri menggugat suaminya karena masalah perekonomian, seperti tidak memberikan nafkah," kata Dedi. Selain faktor ekonomi, penyebab perceraian terjadi karena orang ketiga. Misalnya perselingkuhan sampai poligami, lalu faktor lain salah satunya terjerat kasus pidana umum.

Sebelum diputus cerai, pengadilan telah berupaya untuk mengembalikan keharmonisan keluarga melalui jalur mediasi. Namun, sayangnya upaya itu hanya kecil peluangnya untuk mencegah perceraian. "Tidak sampai 100 penggugat yang memperbaiki rumah tangganya, sehingga tidak jadi cerai," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,