Mahasiswi Ditengarai terlibat ISIS Masih Menyimpan Misteri

Mahasiswi Ditengarai terlibat ISIS Masih Menyimpan Misteri

IN, mahasiswi yang dideportasi dari Turki diduga terlibat ISIS masih misteri. (foto - ilustrasi)

Tulungagung - Seorang mahasiswi yang pernah berkuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung berinisial IN (23), diduga bergabung dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Kabar mengejutkan itu mencuat ketika IN dideportasi dari Turki.
 
Saat ini, IN sudah kembali ke Indonesia. Ia diamankan dan dalam penanganan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Namun, sejauh ini sosok IN tersebut masih menyimpan misteri. Sebelum dideportasi, IN mengaku akan bekerja di Kalimantan kepada orangtuanya.
 
Bahkan, tak ada yang tahu pasti keberadaan IN selama ini. Sampai akhirnya ia diduga terlibat ISIS. Ia juga sudah tak aktif lagi di kampusnya. Diketahui, IN tercatat pernah kuliah di IAIN Tulungagung.
 
Hal tersebut diakui oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Tulungagung, M Abdul Aziz. Namun, pihak kampus menyebutkan, IN sudah satu tahun tidak aktif kuliah. "Saat yang bersangkutan semester enam, ia sudah tidak aktif kuliah," kata Aziz.
 
Ibunda IN berinisial M menangis ketika ditanyai perihal kabar anaknya. Sementara ayahnya, R tidak mau bercerita banyak mengenai keberadaan anaknya. Keduanya tampak begitu terpukul atas pemberitaan IN akhr-akhir ini.
 
Disebutkan, IN tidak pulang sejak pertengahan 2017. Satu di antara tetangga mengatakan, IN pamit untuk bekerja ke Kalimantan. "Ia bilang ke orangtuanya mau bekerja di Kalimantan. Di sana ia memberi les," kata tetangganya.
 
Sejauh ini, para tetangga pun memang tidak ada yang curiga mengenai aktivitas IN. Mereka mengaku tidak ada yang mencurigakan dari aktivitas keluarga tersebut. Selama ini keluarga IN dikenal bersosialisasi dengan baik, meski mereka tidak mengikuti pengajian tertutup ataupun kedatangan orang asing.
 
Seperti diketahui, IN ditahan bersama 7 orang lainnya dari Suriah yang dalam penanganan Densus 88 Mabes Polri, dan belum bisa dipulangkan ke Tulungagung. IN dideportasi bersama tujuh orang lainnya dari Suriah. Saat ini mereka digelandang ke Rutan Tahanan Wanita Pondok Bambu Jakarta Timur.
 
Berdasarkan ketangan teman-temannya, IN mengajak latihan memanah IN yang saat itu masih sebagai mahasiswi semester empat. Namun, teman-temannya sepertinya tidak tertarik pada ajakan tersebut.
 
Meski IN sempat berkuliah di Jurusan Tadris Matematika IAIN Tulungagung, ia semat telah kuliah. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2014 yang paling mudah dikenali, karena penampilannya berbeda dari yang lain.
 
"Di kelas hanya dia sendiri yang memakai gamis dan kerudung lebar sehinga mudah dikenali," sebut sejumlah teman kuliahnya. Teman-temannya berpikir IN adalah sosok yang disiplin dalam berkuliah, tapi ternyata hal itu berbeda dengan kenyataan yang ada.
 
Selain itu, ia juga sering tidak mengerjakan tugas. "Pokoknya bukan sosok mahasiswa yang rajin dan bisa jadi panutan. IN juga dikenal sebagai sosok pendian dan tidak banyak bergaul," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,